13 Lomba Ramaikan Gebyar PAUD Jateng

481

PATI—Utusan dari 35 kabupaten/kota, memeriahkan Gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) 2014 se-Jawa Tengah di Lapangan Joyo Kusumo Kabupaten Pati, kemarin, (18/6). Mereka memperebutkan juara dalam 13 jenis lomba.
Di antaranya, lomba untuk kategori TK sebanyak 6 jenis yaitu bermain sambil bernyanyi, mendongeng, geguritan, meronce, menyusun bentuk geometri, dan menendang bola. Untuk kategori kelompok bermain juga sebanyak 6 jenis, yakni lari memindahkan bendera sesuai warna, finger printing, menangkap ikan, mengelompokkan biji-bijian, bercerita dengan gambar dan estafet gembira. Disamping itu ada lomba untuk kategori Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis.
Diramaikan pula berbagai jenis pameran pendidikan, utamanya tentang pendidikan Anak Usia Dini (PAU) dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. “Utusan dari 35 kabupaten/kota merupakan juara di masing-masing daerahnya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Perguruan Tinggi (PNF PT) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Endang Purnomo Retno, MM.
Bupati Pati, Hariyanto yang didampingi Bunda PAUD Kabupaten Pati, mengatakan bahwa masih banyak orang tua yang memaksakan kehendak kepada  anak-anaknya agar pandai berhitung atau pelajaran matematika. Bahkan, bersikap biasa-biasa saja jika anak-anaknya memiliki ketrampilan di luar bidang akademis, seperti menari dan menggambar. “Padahal anak-anak memiliki bidang lain yang seharusnya perlu didukung,” katanya sambil memperkenalkan kuliner khas Pati yaitu Nasi Gandul dan Degan Kopyor.
Sedangkan Direktur PAUD yang diwakili Kasubdit Kelembagaan Kemendikbud, Mansyur Simamora mengatakan bahwa setiap anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang layak. “Sehingga perlu adanya kesempatan pada anak dalam ruang bermain yang luas untuk mengembangkan potensi diri dan membentuk karakter,” katanya.
Lebih lanjut Mansyur mengatakan, layanan kesehatan yang memadai dalam arti jangan sampai ada kekerasan pada anak. “Artinya anak-anak harus terlindungi dengan baik, jangan sampai ada kekerasan pada mereka,” katanya.
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Atiqoh Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto mengatakan agar anak-anak usia dini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter, diperlukan stimulasi yang benar. Disamping dipenuhinya gizi, kesehatan, pendidikan dan perlindungan.
“Terkait dengan berbagai tindak kekerasan seksual pada anak, maka orangtua, masyarakat dan pemerintah harus turut mengawasi dengan penuh kasih sayang,” imbuhnya. (hid/cst/ida) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.