28 Anak Terdeteksi Gizi Buruk

299

KARANGAYU — Kasus gizi buruk masih ditemui di Kota Semarang. Setidaknya ada 28 anak penderita gizi buruk yang sudah terdata Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang.
”Jadi awal tahun kami menemukan 21 anak (penderita gizi buruk) kemudian pada Mei ditemukan 7 anak yang mengalami hal yang sama,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Widoyono dalam Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-42  tingkat Kota Semarang di lapangan Karangayu, Kamis (19/6).
Lebih lanjut Widoyono mengatakan, dari 28 anak tersebut ada yang rawat jalan dan ada yang masih dalam perawatan. Penderita yang menjalani rawat inap ditempatkan di Rumah Pemulihan Gizi (RPG) sehingga dapat dipantau perkembangan gizinya. DKK telah mendatangkan ahli gizi, fisioterapis dan dokter spesialis anak untuk merawat penderita gizi buruk. ”Dengan menghadirkan para pakar itu maka mereka bisa normal seperti anak lainnya,” katanya.
Dibanding tahun lalu, akunya, jumlah anak penderita gizi buruk mengalami penurunan. Tahun lalu tercatat ada 32 anak sementara tahun ini ada 28 anak. ”Gizi buruk itu masuk dalam prioritas sehingga kami mencari dan menemukan penderita gizi buruk untuk dapat disembuhkan melalui pemberian gizi yang cukup,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto mengatakan adanya gizi buruk itu sangat berbeda dengan kurang gizi. Sering ditemui anak yang badannya kurus dan dikira mengalami gizi buruk, padahal tidak. ”Ada batas rendah gizi anak sehingga perlu adanya makanan tambahan gizi yang harus diberikan kepada anak yang kekurangan gizi,” katanya.
Dalam kegiatan ini juga diberikan tali asih kepada orang tua 5 anak penderita gizi buruk. Mereka adalah Rekan Surya Pratama, Jose Ananda Ludiyanto, Daris Setiawan, Mahesa Setiawan dan Kuwiyu Nur Azizah. (hid/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.