Dikabari Anak Menabrak Orang, Tekor Rp 33 Juta

263

BARUSARI – Penipuan dengan modus mengabari anggota keluarganya mengalami kecelakaan semakin marak. Kali ini, korbannya Sri Suryanti, 63, warga Jalan Singosari Timur, Wonodri, Semarang Selatan. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp 33 juta.
Aksi penipuan tersebut bermula ketika Suryanti menerima telepon dari pria tidak dikenal, Rabu (18/6) lalu. Pria di ujung telepon tersebut mengabarkan jika anak Suryanti telah menabrak salah satu kerabatnya hingga tewas. Atas kejadian itu, pelaku meminta sejumlah uang kepada Suryanti. Permintaan tersebut diikuti dengan ancaman akan melaporkan anak Suryanti ke polisi jika tidak diberikan uang ganti rugi.
”Begitu mendapat kabar itu, terang saja saya panik. Apalagi yang ditabrak sampai tewas. Di tengah kepanikan saya itu, dia (pelaku, Red) meminta sejumlah uang untuk mengurungkan niatnya melaporkan anak saya ke polisi,” jelas Suryanti saat melapor di Mapolrestabes Semarang, Kamis (19/6).

Dalam kondisi panik dan takut, Suryanti akhirnya menerima permintaan tersebut. Pelaku lantas mengajak korban bertemu di Bank Mayapada, Jalan Gayam, Semarang.
”Saya disuruh ke bank itu, katanya di dekat situ lokasi kecelakaannya. Pas di lokasi saya langsung dihampiri pria bermotor matic warna merah dan memberikan saya nomor rekening,” jelasnya.
Pria bermotor tersebut meminta kepada Suryanti untuk segera mentransfer uang senilai Rp 33 juta. Suryanti pun bergegas menuju ke ATM dan mentransfer uang secara bertahap. Pertama sebesar Rp 23 juta sekitar pukul 11.00 dan kedua senilai Rp 10 juta pada pukul 13.14.
”Selesai mengirim uang, saya baru telepon anak saya. Saya pun langsung lemas saat tahu anak saya tidak terlibat kecelakaan. Saat itu, saya baru sadar kalau ditipu,” ungkapnya.

Suryanti yang merasa dirugikan langsung melapor ke Mapolrestabes Semarang. Dugaan kasus penipuan tersebut kini masih diselidiki oleh aparat kepolisian. Adapun kejadian yang dilaporkan Suryanti menambah jumlah kasus serupa yaang lebih dulu dilaporkan. Tercatat, dalam waktu dua bulan terakhir, lebih dari tiga korban penipuan ini yang sudah melapor. (har/jpnn/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.