Merugi, PRPP dan CMJT Di-Warning

317

GUBERNURAN – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng mendapatkan peringatan karena terus merugi dari tahun ke tahun. Keduanya adalah PT Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PRPP) dan PT Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT). Dua BUMD tersebut diberi kesempatan hingga akhir tahun ini untuk memperbaiki kinerja dan mampu menghasilkan deviden.
Plt Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan, warning tersebut diberikan berdasarkan hasil kajian dari Tim Revitalisasi BUMD yang dibentuk pemprov. ”Dari tim revitalisasi, ada beberapa BUMD yang diperingatkan seperti PRPP dan CMJT,” ujarnya.
Untuk PRPP, kendala ada pada aset lahannya yang belum clear sehingga selalu merugi. BUMD tersebut bertahun-tahun tidak mampu memberikan deviden ke pemprov. Sementara PT CMJT meski asetnya banyak namun kinerjanya tidak maksimal.
Sri Puryono menambahkan, meski mendapatkan rapor buruk, namun kedua BUMD tersebut tak langsung dilikuidasi. ”Harus diperbaiki. Diberi kesempatan sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.
Dikatakannya, status lahan di kawasan PRPP harus diperjelas agar BUMD itu bisa berkembang. Hal tersebut berkaitan dengan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang akan selesai 2 tahun lagi. ”Bandara kan dua tahun lagi selesai. Harapannya, PRPP harus selesai, kalau tidak nggak bisa tangkap peluang dan terus rugi,” tandasnya.
Masih dari kajian Tim Revitalisasi BUMD, sejumlah Bank Perkreditan Rakyat- adan Kredit Kecamatan (BPR–BKK) mampu memberikan kontribusi deviden yang baik. ”Deviden yang diberikan hingga Rp 50 miliar per tahun,” katanya. Karenanya pemprov berencana memberi tambahan modal dari APBD Jateng.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Sukirman tidak yakin PT PRPP dan PT CMJT bisa memperbaiki kinerjanya jika hanya diberi waktu hingga akhir tahun ini. ”Waktunya terlalu mepet, sehingga tidak mungkin bisa. Apalagi keduanya sudah merugi selama bertahun-tahun,” kata dia. (ric/aro/ce1)