Pungutan Diduga Tanpa Rapat Komite

311

SALATIGA – Penarikan pungutan yang dilakukan SMA Negeri 1 Salatiga ternyata berlindung pada aturan karet alias multitafsir. Aturan yang dimaksud adalah pedoman pelaksanaan penerimaan dan perpindahan peserta didik pada taman kanak-kanak dan sekolah tahun pelajaran 2014 – 2015. Dalam aturan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga itu, terdapat aturan khusus di Bab VI.
“Dalam pasal 1 disebutkan jika penerimaan peserta didik kelas akselerasi, atlet dan inklusi akan diatur tersendiri oleh sekolah masing – masing,” terang Kepala Disdikpora Tedjo Supriyanto seperti dikutip Kabag Humas Adi Setiarso kepada wartawan, kemarin.
Sementara itu, mencuat dugaan jika penetapan besaran pungutan itu tidak melalui rapat komite sekolah. Pasalnya, hingga kemarin belum jelas mengenai siapa komite sekolah SMA 1. Para anggota komite yang dihubungi menyatakan sudah diberhentikan, antara lain KH Iskandar.
“Saya dan beberapa teman sudah bukan komite SMA 1 lagi. Sudah ada komite yang baru. Hubungi mereka saja jika hendak konfirmasi mengenai pungutan itu, karena kami tidak tahu-menahu,” jelas Iskandar.
Belakangan muncul nama Daryadi, yang juga Asisten Setda sebagai pengurus komite sekolah. Namun saat dikonfirmasi, ia menyatakan dirinya belum mendapatkan SK mengenai pengangkatan sebagai komite sekolah. “Saya tidak tahu-menahu mengenai pungutan itu,” kelit Daryadi melalui telepon pribadinya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Dharmo Wijoyo menyebutkan, pungutan yang tidak sesuai dengan regulasi adalah menyalahi hukum. Pasalnya, sumbangan yang sukarela bila tidak ada penetapan nominal dan jangka waktu tertentu adalah tidak diperbolehkan.
“Harus ada kejelasan terlebih dahulu, dana sumbangan itu untuk apa. Jika memang sukarela, maka harus jelas penggunaan. Tetapi bila waktunya dan besarannya ditetapkan, maka itu pungutan,” jelas Dharmo Wijoyo kemarin.
Ia menjelaskan jika pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai permasalahan tersebut. Kepala SMA 1 Wahyu Tri Astuti belum bisa dimintai konfirmasi. Wartawan masih kesulitan menemui yang bersangkutan. (sas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.