62 Orang Terjangkit HIV/AIDS

404

MAGELANG – Pesatnya perkembangan sosial dan budaya masyarakat Magelang, mendorong lembaga yang konsen terharap AIDS, Be+ Positive Magelang, menggelar voluntary conseling & testing HIV (VCT) sekaligus mengandeng tempat Happy Puppy Karaoke keluarga (Happup), kemarin (21/6).
Selain itu, hadir juga dari Dinas Kesehatan Kota Magelang (DKK) yang turut mendampingi dan Balai Kesehatan Paru masyarakat RSUD Tidar (BKPM) sebgai tim klinik VCT yang melakukan tes HIV.
Koordinator Be+, Neny Z. Latifa menjelaskan kegiatan yang bertitel KAP Empowerment With FGD & Mobile Clinic ini untuk memfasilitasi masyarakat terkait dengan akses informasi dan layanan pemeriksaan dasar yang berkaitan dengan HIV & AIDS serta infeksi menular seksual (IMS).
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif dalam konteks HIV dan AIDS di dunia kerja, dan mendorong dunia usaha untuk ikut terlibat dalam upaya pengendalian epidemik HIV,” jelasnya kepada Radar Kedu.
Neny mengatakan, Happup merespons positif usulannya. “Happup ingin memunculkan bahwa Happup adalah tempat karaoke keluarga. Sekaligus bukti tak ada aktivitas berisiko di dalamnya,” terangnya.
HIV dan AIDS memang belum bisa diobati, namum bisa dicegah. Itulah kenapa, pihaknya gencar menyosialisasikan kegiatan seperti ini. “Sasaran  kegiatan kali ini adalah staf atau pegawai Happup serta para pengunjung dan pelanggan,” katanya.
Pihaknya mempunyai lima sasaran populasi, yaitu lelaki berisiko tinggi, wanita pekerja seks, lelaki suka lelaki (LSL), waria, pengguna napza/narkoba suntik (penasun), dengan sasaran kegiatan pencegahan penyebaran HIV.
“Dari data komulatif kasus HIV & AIDS di Kota Magelang yang dirilis DKK pada bulan Juni 2014 sejumlah 62 kasus. Kecenderungan peningkatan kasus HIV pada ibu rumah tangga,” imbuhnya.
Kegiatan yang diawali dengan penggalian pemahaman, dilanjutkan konseling pretest, pengambilan contoh darah dan diakhiri konseling posttest. “Harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat bagi semua yang terlibat. Jika diketahui ada yang positif HIV, pihak kami akan memberikan dampingan,” ujarnya.
Senada dikatakan financial administrasion yang menangani proyek GF ATM (AIDS, TB, Malaria) Komponen AIDS, Tita Saraswati. Kegiatan ini merupakan terobosan inovatif yang dilakukan oleh LSM untuk meningkatkan sasaran populasi kunci (ponci) pada orang-orang yang berisiko tinggi (risti) untuk mau melakukan tes HIV. Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan pribadi.  
Manager Outlet Happy Puppy,  Vicentius Eko Helmi menegaskan, pihaknya sangat responsif dengan usulan Be+. Mengingat pihaknya mempunyai banyak karyawan dan karyawati tentu harus mendapatkan pengarahan tentang bagaimana cara penularan dan pencegahan HIV oleh ahlinya.
“Saya rasa manfaatnya sangat banyak. Bisa tahu penyebabnya dan cara pencegahannya, setidaknya bisa menjadi wacana bagi masyarakat, pelanggan dan karyawan yang ada di sini,” terangnya.
 Helmi tidak memaksakan karyawan karyawatinya mengikuti tes. Dia berharap  tes yang dilakukan muncul dari kesadaran masing-masing. Jika ada yang positiv HIV-AIDS pun dia tidak akan mencari tahu hasilnya.
Helmi juga menuturkan, pihaknya tidak takut dengan image negatif Happup. Apalagi jika kegiatan seperti ini dilakukan di tempatnya. “Justru saya senang adanya kegiatan positif seperti ini. Memang dunia usaha harus dilibatkan supaya ramah dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini,” tegasnya. (mg4/lis)