Diajak Jalan-Jalan, Sering Bertanya Kejadian Alam

373

Dua Siswa SD Karangturi Juara Lomba Mata Pelajaran se-Jateng

Prestasi kembali diraih SD Karangturi Semarang. Dua siswanya menjuarai lomba mata pelajaran tingkat Jateng. Siapa dia?

EKO WAHYU BUDIYANTO, Semarang

Kecil-kecil cabai rawit. Sepertinya julukan tersebut tidak berlebihan jika diberikan kepada dua siswa SD Karangturi Semarang, Yedija Nicholas dan Angela Faye Lianori. Yedija baru saja menjuarai lomba mata pelajaran matematika dan Faye untuk ilmu pengetahuan alam (IPA) tingkat Provinsi Jateng yang digelar Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, beberapa waktu lalu.
Saat ditemui Radar Semarang di SD Karangturi, Sabtu (21/6) lalu, orang tua Faye, Yudi Hermawan mengatakan, kecintaan terhadap mata pelajaran IPA sudah terlihat sejak Faye masih di playgroup. Sejak kecil Faye sangat gemar melihat acara Discovery Channel, yang sering mengangkat tema-tema tentang kejadian alam.
”Mulai dari situ, Faye saat saya ajak jalan-jalan bersama-sama keluarga, tak henti ia sering menanyakan sesuatu yang dijumpainya di jalan khususnya sesuatu tentang kejadian-kejadian alam, seperti rob, ataupun banjir,” kata Yudi.
Sejak saat itu, Yudi mulai menyadari jika memang anak perempuannya tersebut berbakat di dunia sains. ”Sejak saat itu pula, saya selalu membelikan ia DVD yang bertemakan alam, dan ia memang sangat suka,” lanjut Yudi.
Prediksi Yudi tidak meleset, siswa kelas dua yang lahir pada 30 September 2009 ini saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sering mendapatkan juara pertama di kelasnya. Dan nilai yang paling menonjol adalah mata pelajaran IPA.
Victoria Kristiana Dewi, orang tua Yedija mengaku sangat senang dengan prestasi yang diraih putranya. Ia berharap, Yedija akan terus mengejar berbagai event yang berhubungan dengan lomba pendidikan.
”Sejak TK saya memang sering ikut lomba dan selalu juara. Ini juga dukungan dari orang tua yang selalu men-support saya,” ucap Yedija yang lahir 21 Juni 2006 silam.
Victoria, warga Jalan Supriyadi Gang VI Blok F, Kelurahan Kalicari itu mengatakan, bakat anaknya justru baru ia sadari ketika ia sering juara di perlombaan bertemakan pendidikan. ”Dulu sering saya yang mengantar, tapi cuma mengantar. Tapi ternyata Yedija sering juara, baru saya tahu kalau ia memang berbakat dalam pelajaran-pelajaran terutama matematika,” kata Victoria.
Ia menjelaskan, kemampuan anaknya tersebut tidak didapat melalui kursus mata pelajaran matematika secara khusus. ”Yedija ini bisa matematika ya otodidak. Ia belajar sendiri. Kadang jika ia tidak mampu mengerjakan soal, tanya kepada saya atau kalau tidak ya bertanya sama gurunya,” kata Victoria.
Ia menyadari, kemampuan setiap anak berbeda-beda, oleh karena itu, ia tidak pernah memaksa anaknya tersebut untuk menyukai mata pelajaran tertentu. ”Semua mengalir saja. Kesukaan Yedija apa, ya saya tinggal mengikuti saja,” katanya. (*/ton/ce1)