Pembangunan PLTG Legonbajak Dipercepat

335

JEPARA – Pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Legonbajak, Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, hingga kemarin belum ada tanda-tanda dimulai. Pasalnya, calon lokasi PLTG sekitar 7.362 meter persegi masih ditumbuhi pepohonan dan semak belukar. Dengan kata lain, pembukaan lahan tanda dimulai pembangunan belum dilakukan. Padahal menurut, Agustus 2014 PLTG dapat beroperasi. Hingga bergulir wacana pembangunan selesai akhir tahun ini.
Akibat dari tidak lekas dimulainya pembangunan, sejumlah warga sanksi PLTG dapat selesai tepat waktu. Hal itu diungkapkan Ngatmin, warga RT 3 RW 3, Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Karimunjawa. “Tiang-tiang listrik di beberapa titik sudah dipasang. Namun calon lokasi PLTG belum ada pembangunan,” katanya kemarin.
Menurutnya, pembangunan PLTG ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi warga Karimunjawa. Karena selama ini listrik menjadi kebutuhan yang didambakan masyarakat.
Camat Karimunjawa Muhamad Tahsin berharap, pembangunan dapat dipercepat. Karena kini telah memasuki bulan keenam pembangunan tidak lekas dilaksanakan. “Kalau pembangunan PLTG sudah dimulai, paling tidak masyarakat akan ayem,” ujar Tahsin kemarin.
Pihaknya mengaku, belum lama ini diundang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk berkoordinasi mengenai pembangunan pembangkit listrik gas ini. Dikatakan Tashin, Pemkab Jepara sudah melayangkan surat kepada PLN Jateng. “Isinya penegasan agar pembangunan dapat segera dimulai. Karena target semula pembangunan selesai akhir tahun ini,” katanya.
Dia menambahkan, tidak mengetahui pasti persoalan teknis pembangunan dapat rampung tahun ini ataukah tidak. Yang jelas, papar Tahsin, selama PLTG belum siap masyarakat Karimunjawa akan menggunakan pembangkit listrik diesel (PLTD).
Sedangkan PLTD telah mengalami kendala pendanaan. Hal ini karena diberlakukan Perpres Nomor 12 tahun 2012 tentang BBM. Dalam peraturan tersebut, subsidi solar hanya diperuntukkan sektor UMKM. Untuk itu, pemerintah menggunakan CSR dari sejumlah perusahaan. Namun, dana tersebut terbatas dan diperkirakan akan habis untuk belanja solar hingga akhir 2014 ini. “Setelah dana tersebut habis, dimungkinkan Karimunjawa akan kembali terkendala listrik seperti terjadi beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala DPU dan ESDM Kabupaten Jepara Edi Jatmiko mengatakan, pembangunan PLTG terkesan mandek karena belum ada perkembangan sejak pembebasan lahan yang selesai empat bulan lalu. “Hal ini karena PLN Jateng masih mempertimbangkan penyediaan energi listrik yang lebih murah dan efisien,” paparnya. (him/ris/jpnn/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.