Pernah Diteror Lewat SMS

390

SEMENJAK kecil, Farida, SH, tak pernah bercita-cita menjadi jaksa. Namun semenjak diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada staf tata usaha (TU) kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, dirinya merasakan ketertarikan. Sehingga beralih profesi menjadi seorang jaksa.
Ditemui di sela-sela persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Farida mengaku memulai karir sebagai jaksa sejak 14 November 2005 lalu. Saat ada informasi penerimaan jaksa baru, langsung memutuskan untuk mendaftar. “Alhamdulillah diterima,” ungkap perempuan berkerudung ini bangga.
Berbekal pendidikan dari Jurusan Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Farida menekuni profesinya penuh dengan tantangan. Meski begitu, ia mengaku tetap enjoy menjalaninya. “Menjadi jaksa adalah tempat, dimana saya dapat mengaplikasikan ilmu yang saya miliki dari bangku kuliah,” ungkap istri anggota Polri ini.
Farida menceritakan, tantangan terberat baginya sebagai jaksa adalah ketika mendapatkan banyak tekanan dari salah satu pihak yang merasa tidak puas dengan keputusan hukum. Bahkan ia pernah diancam melalui pesan singkat (SMS), pada saat bertugas di Kejari Wonosobo. “Belum lagi kalau pas mengikuti sidang dengan kondisi jengkel. Kadang jengkelnya sampai terbawa ke rumah. Kadang juga marahnya sampai ke anak,” ungkap perempuan yang pernah bertugas di Wonosobo pada 2005-2007 ini.
Namun pengalaman yang paling berkesan bagi ibu dari Rizqi Baktiara Amrulloh ini adalah ketika menangani perkara pembunuhan dua balita di Kramas Tembalang Semarang beberapa waktu lalu. Dalam perkara tersebut, Kejari Semarang melalui dirinya menuntut pelaku pidana dihukum mati.
”Bagaimana tidak, pelakunya tergolong sadis. Korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang tak berdaya. Mereka yang harusnya memiliki kesempatan hidup, ternyata dirampas haknya,” beber penggemar artis Krisdayanti ini. (fai/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.