RSUD Resmikan Ruang Pasien Kelas 3 dan VIP

1179

Juga Bangun Pujasera untuk Keluarga Pasien

DEMAK-RSUD Sunan Kalijaga Demak terus mengembangkan dan melengkapi fasilitas pelayanan yang diperlukan pasien. Kini, rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut telah selesai membangun gedung atau ruang untuk pasien kelas 3 serta VIP.
Ruangan kelas 3 dinamai dengan ruang Lily dengan kapasitas 40 bad (tempat tidur pasien, red) dan ruang VIP Amarilis dengan kapasitas 30 bad. Karena itu, RSUD total memiliki sebanyak 284 bad.
Bahkan, rumah sakit milik pemerintah itu juga melengkapi pembangunan Pujasera atau Food Court yang menyajikan berbagai masakan untuk keluarga pasien. “Ini untuk memudahkan keluarga pasien yang ingin menikmati hidangan di sela menunggui keluarganya yang sedang sakit,” kata Direktur RSUD Sunan Kalijaga, dr Debby Armawati didampingi Humas RSUD, Mujtahid di sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Sunan Kalijaga yang ke-65, kemarin.
Hadir dalam acara ini, Bupati Demak Dachirin Said, Wakil Bupati Harwanto, Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR dan para kepala SKPD di lingkungan Setda Demak. Tampak pula, Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho dan Dandim 0716 Letkol Inf Ari Ariyanto.  
Dr Debby menambahkan, sekarang ini, RSUD juga telah berupaya membangun ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantai 2 yang sedang proses pembangunan. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Dachirin Said.
Sementara itu, Bupati Dachirin mengatakan, peningkatan kualitas SDM dan kelengkapan fasilitas RSUD sangat diperlukan. Dengan demikian, warga Demak yang ingin berobat atau rawat inap tidak lagi ke daerah lain yang fasilitasnya lebih lengkap. Selain itu, seluruh tenaga medis maupun paramedis harus terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya, di antaranya selalu mengedepankan motto, yaitu senyum untuk kesembuhan anda (Suka).
“Semboyan ini harus betul-betul diterapkan dalam melayani pasien. Sebab, puas tidaknya pelayanan, salah satu indikatornya adalah banyak tidaknya pasien yang berobat atau rawat inap di rumah sakit ini,” kata bupati.
Seperti diketahui, RSUD Sunan Kalijaga Demak menempati lahan sekitar 4 hektare di pusat kota. RSUD ini didirikan oleh Belanda pada 1938. Dulu, menempati lokasi di sekolahan ongko loro (2) yang kini menjadi ruang instalasi pemeliharaan rumah sakit. Statusnya dulu masih berupa Balai Kesehatan. Seiring perjalanan waktu, statusnya berubah menjadi rumah sakit umum kelas D dan kelas C. Kemudian, menjadi RSUD Bhakti Karya Husada yang selanjutnya diganti nama RSUD Sunan Kalijaga Demak. Terakhir, statusnya menjadi BLUD. (hib/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.