Taekwondoin Digembleng Keras

307

SEMARANG – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah sangat serius untuk mengejar prestasi terbaik di PON XIX/2016 di Jabar mendatang. Hasil kejurnas yang tidak begitu menggembirakan di Bandung beberapa waktu lalu, melecut induk organisasi taekwondo Jateng ini untuk berbenah. Pengprov dan Pengkot/Pengkab TI se-Jateng, bergerak mulai sekarang untuk mengejar mewujudkan target tersebut.
Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawijaja mengatakan, banyak hal mendasar yang akan dibenahi untuk mengejar target tersebut. Bertanding di Bandung pada PON 2016 mendatang, serta melihat kekuatan taekwondo di Indonesia yang makin berat, membuat Jateng harus bekerja ekstra keras.
“Kita akan bertanding di ‘kandang macan’ pada PON 2016 di Bandung, karena kekuatan terbaik taekwondo di Indonesia saat ini adalah Jawa Barat. Provinsi lain juga sekarang bagus-bagus, seperti DKI Jakarta dan Kaltim. Jadi pengurus, pelatih dan atlet semua memang harus bekerja keras,” tegasnya, saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Prestasi Pengprov TI Jateng dengan peserta pengkot/pengkab TI se-Jateng, Sabtu (21/6) malam di Hotel Puri Garden, Semarang.
Dijelaskan, dalam mencari atlet terbaik yang akan ditampilkan di Pra PON mendatang, Pengprov TI Jateng bertumpu pada PPLP dan Pelatda. Untuk komposisi atlet, menurut Sudarsono Chandra, akan ada regenerasi di mana Jateng akan menampilkan atlet yang saat ini masih berstatus junior dan ditempa di PPLP Jateng. “Ya, sekarang inilah saatnya regenerasi. Akan ada 8 hingga 10 atlet PPLP yang akan kita pilih dan ditampilkan di Pra PON tahun 2015 mendatang. Saat ini akan terus kita pantau perkembangan mereka, siapa yang pantas mewakili Jateng,” tandasnya.
Sudarsono yakin atlet PPLP tersebut mampu bersaing, bila ditangani dengan benar. Apalagi saat ini pihaknya mendatangkan pelatih taekwondo dari Korea Selatan yakni Sim Woo Jim. Sudah dua bulan ini pelatih tersebut berada di Jateng. Untuk menempa atlet, terutama junior, agar menjadi atlet hebat dan mampu bersaing di Pra PON serta PON mendatang, Sudarsono Chandra menginstruksikan agar atlet dilatih dengan keras dan tegas. “Atlet tidak bisa lagi bermanja-manja sekarang. Kita punya otoritas dan akan kita gembleng atlet dengan keras, demi mewujudkan target tersebut. Kalau kita melakukan latihan biasa-biasa saja, tidak mungkin Jateng bisa menyaingi Jabar,” ujarnya.
Meski begitu, Sudarsono Chandrawijaja menegaskan, akan komitmen untuk memberikan fasilitas sebaik mungkin pada atlet dan pelatih. “Kita memberikan yang terbaik termasuk fasilitas bagi atlet, tapi kita menuntut prestasi,” katanya. Terkait seretnya dana dari KONI Jateng, menurut Sudarsono Chandra tidak perlu dipermasalahkan. “Kalau (dana) KONI Jateng memble, kita tidak boleh ikut memble. Kita akan tampil full team di Pra PON, dengan kekuatan terbaik,” imbuhnya.
Tak hanya meningkatkan kemampuan atlet, saat ini TI Jateng juga tengah berupaya agar Pra PON cabor taekwondo bisa digelar di Kota Semarang pada tahun depan. “Saya kira akan banyak keuntungan, apabila kita jadi tuan rumah Pra PON. Itu sedang kita upayakan,” ujarnya.
Sementara Ketua Harian Pengprov TI Jateng Tanu Kismanto mengatakan, Rakor Pembinaan Prestasi dilaksanakan selama dua hari dan berakhir Minggu (22/6) sore ini. Menurutnya, akan banyak yang dibicarakan terkait taekwondo Jateng, agar ada satu persepsi yang sama antara Pengprov dengan Pengkot/Pengkab. “Ini agar kita satu pemahaman saat sama-sama membangun prestasi. Taekwondo Jateng harus nomor satu di Indonesia,” tegasnya. (smu)