Tarif KA Ekonomi Naik Tajam

326

Akibat Pengurangan Subsidi Pemerintah

SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai September akan menaikkan tarif tiket Kereta Api kelas ekonomi jarak jauh dan sedang. Langkah tersebut dilakukan seiring pengurangan subsidi pemerintah pada kategori kereta tertentu mulai September mendatang.
Vice Presiden PT KAI Daop IV Semarang, Wawan Ariyanto mengatakan, kenaikan tarif sekaligus sebagai dampak pemangkasan anggaran dari Kementerian Perhubungan dalam APBN Perubahan 2014 yang telah disetujui oleh Komisi V DPR. Untuk itu, secara otomatis berakibat pada pengurangan besaran Public Service Obligation (PSO) angkutan kereta api kelas ekonomi bersubsidi.
“Itu artinya harga tiket KA saat ini akan mengalami kenaikan. Bahkan tak tangung-tanggung kenaikannya bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan harga tiket sebelumnya,” katanya, kemarin.
Ditambahkan, sebelumnya berdasarkan Kontrak PSO No. PL.102/A.41/DJKA/3/14 dan No. HK.221/III/1/KA-2014 tanggal 3 Maret 2014, besaran PSO adalah Rp 1,2 trilun lebih. Kini setelah mengalami pengurangan sebesar Rp 352,7 miliar maka besaran PSO untuk penumpang KA ekonomi menjadi Rp 871,5 miliar. “Dengan pemangkasan ini tentu harus ada penyesuaian tarif lagi, dimana tarif untuk KA Ekonomi jarak jauh dan jarak sedang kembali ke tarif normal nonsubsidi terhitung mulai keberangkatan KA bulan September 2014,” imbuhnya.
Menurutnya, penyesuaian tarif tersebut dilakukan untuk dapat menjaga kelanjutan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna jasa KA. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menggunakan jasa KA sebagai pilihan moda transportasi massal yang aman, nyaman, bebas macet, dan ramah lingkungan. “Mulai 1 September 2014 PT KAI juga menetapkan kebijakan tarif pemesanan atau pembelian tiket di stasiun dan di channel eksternal yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot untuk mendatangi stasiun jika ingin melakukan pemesanan/pembelian tiket KA,” ungkapnya.
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Suprapto menambahkan, ada lima KA ekonomi jarah jauh yang melintasi wilayah Daop IV yang terkena imbas kenaikan tarif, yakni KA Tawang Jaya, Kertajaya, Tegal Arum, Brantas, dan Matarmaja. Adapun untuk KA ekonomi lokal tarif sementara masih normal nonsubsidi sampai dengan 31 Desember 2014. “Untuk KA ekonomi lokal yang tidak berubah tarifnya adalah KRD Bojonegoro-Surabaya, Cepu Ekspres, Blora Jaya, Kaligung Mas dan KA Kalijaga,” tandasnya. (aln/jpnn/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.