Waspadai Eksodus PSK Dolly ke Rembang

436

REMBANG – Sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Rembang mewaspadai dampak penutupan Lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur. Mereka khawatir bakal terjadi perpindahan sebagian pekerja seks komersial (PSK) ke wilayah penghasil garam tersebut.
Salah satu kawasan yang dicemaskan terdampak oleh penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini adalah eks-lokalisasi Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang. Kepala Desa Pasarbanggi Rasno mengaku, telah mengantisipasi kemungkinan perpindahan PSK Dolly ke kota lain, termasuk Rembang.
Dia tidak menampik, bisa saja salah satu dari mereka mengincar lagi eks-Lokalisasi Kaliuntu. Namun, pihaknya akan melakukan langkah pembinaan terhadap warga Dusun Kaliuntu. “Pendataan akan kami perketat. Kami tidak mau lokalisasi hidup lagi,” tegasnya kemarin.
Pihak Satpol PP Kabupaten Rembang juga menyatakan mewaspadai dampak penutupan lokalisasi Dolly, Jawa Timur. Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno mengaku, akan menggelar razia di sejumlah tempat dalam waktu dekat.
Dia menjelaskan, razia akan dilakukan sekaligus dengan operasi penertiban menjelang Puasa. Sudarno mengungkapkan, ada beberapa titik yang patut diwaspadai menjadi sasaran perpindahan pekerja seks komersial dari Dolly. Selain eks-Lokalisasi Kaliuntu, deretan warung tepi Jalan Sendangasri dan Dorokandang, Kecamatan Lasem dan sejumlah tempat hiburan juga diwaspadai.
Meski demikian, pihaknya tetap mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menginformasikan praktik prostitusi. ”Kami berharap masyarakat juga turut proaktif melakukan pengawasan,” ungkpanya.
Lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, resmi ditutup pada Rabu (18/6) malam.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan berbagai pihak memberikan bantuan stimulus kepada warga yang terdampak di lokalisasi agar mereka siap untuk beralih profesi pascapengalihfungsian lokalisasi. (ali/ris/jpnn/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.