Arista Ajukan Penangguhan

317

Penipuan Batik Rp 103 Miliar

BARUSARI – Kuasa hukum tersangka dugaan penipuan investasi seragam batik di Kota Atlas, Arista Kurniasari, 39, dan Yohanes Onang Supitoyo, 48, mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Polrestabes Semarang. Upaya itu dilakukan demi rasa kemanusiaan dan untuk memperjelas proses hukum. Sebab, kasus Arista masih belum final, karena belum diketahui berapa kerugian dalam kasus tersebut.
Kuasa Hukum Arista Kurniasari dari Biro Bantuan Hukum Kelompok Pelayanan Sosial (KPS), Joko Dwi Santoso mengatakan, pengajuan surat penangguhan penahanan dilakukan karena kasus tersebut belum jelas. Arista bahkan seolah difitnah oleh rekan bisnisnya sendiri, yakni Dwi Handayani. Selain itu, demi kemanusiaan karena empat anak Arista – Onang tidak ada yang mengurus.
”Kami sudah mengajukan surat penangguhan penahanan ke penyidik Polrestabes Semarang dengan nomor 02/BBH-KPS/VI/2014 tertanggal 23 Juni,” katanya.
Ia berharap, Polrestabes Semarang bisa mempertimbangkan dan mengabulkan penangguhan penahanan tersebut. Pihaknya juga meminta kasus ini diselesaikan secara profesional dan terbuka. Harus dilakukan gelar perkara untuk mengetahui kasus itu secara jelas. ”Klien kami hanya bisnis batik, jadi tidak mengetahui ada aliran uang Rp 103 miliar itu. Ini yang harus ditelusuri, uang lari ke mana,” ujarnya.
Joko berharap rekening Arista dan Dwi Handayani dilakukan audit dari akuntan publik. Langkah ini untuk mengetahui berapa uang masuk ke tersangka Arista dan ke rekening Dwi Handayani. Sebab, sejak 2009 keduanya sudah terlibat kerja sama bisnis batik.
”Ini harus dilakukan agar tidak ngawur. Masak kerugian sampai Rp 103 miliar, itu hitung-hitungan dari mana. Kalau memang benar harus dibuktikan bukti transfer atau kuitansinya,” tambah Zainal
Terkait dengan keberadaan Surat Perintah Kerja dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, Arista pun tidak mengetahui. Justru surat itu muncul setelah muncul ada gegeran kasus penipuan investasi batik seragam SD-SMA tersebut. ”Banyak tanda tangan Arista yang dipalsukan. Ini kan aneh,” tambah Kusmartono.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mempersilakan jika kuasa hukum mengajukan surat penangguhan penahanan. Pihaknya menegaskan, proses dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang jelas. Tersangka Arista sudah memenuhi unsur dalam tindak penipuan.
”Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Sejauh ini pasutri Arista dan Onang yang ditetapkan tersangka,” katanya. (fth/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.