Daging Ayam Mahal, Itik Diburu

303

PEKALONGAN-Sepekan menjelang datangnya bulan Ramadan 1435 H, beberapa pasar tradisional di Kota Pekalongan mulai menaikkan harga daging ayam menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya hanya Rp 28 ribu per kilogram. Kini, konsumen beralih ke daging itik atau bebek yang harganya Rp 45 ribu-Rp 50 ribu/ekor dengan berat daging lebih dari 2 kg.
Jumriyah, 36, pedagang daging ayam di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan mengatakan bahwa naiknya harga ayam dari pemasok, sudah tidak wajar lagi. Hanya sepekan, terjadi perubahan harga sampai 3 kali. “Naiknya harga ayam pedaging, disebabkan minimnya pasokan dari peternak. Sementara permintaan daging ayam terus meningkat hingga bulan puasa mendatang,” katanya.
Namun kenaikana harga daging ayam, justru menguntungkan peternak itik di Desa Degayu Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Tarjuki, 48, warga Kelurahan Degayu, mengaku bahwa sejak sepekan terakhir, permintaan itik pejantan meningkat hingga 60 persen.
Menurutnya, itik pejantan yang semula dijual hanya untuk pedagang rumah makan, kini mulai banyak diminati warga di pasar tradisional. ”Biasanya saya menjual itik pejantan ke pasar. Sekarang banyak orang mencari sendiri ke kampung-kampung. Katanya harga ayam mulai mahal,” ungkap Tarjuki.
Bahkan, kata Tarjuki, saking banyaknya permintaan itik pejantan, harganya kini mulai naik dari semula Rp 35 ribu, menjadi Rp 45 ribu-Rp 50 ribu/ekornya. ”Karena harga itik lagi bagus, itik betina yang sudah jarang bertelur, juga saya jual. Meski tidak semahal daging ayam,” kata Tarjuki.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kota Pekalongan, Bismo, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus memantau kenaikan harga sembako, termasuk daging ayam dan sapi. Kenaikan harga lebih disebabkan karena tingginya permintaan pasar. ”Kenaikan harga ini, bersifat sementara dan masih wajar. Harga akan kembali stabil, setelah permintaan barang tersebut turun,” kata Bismo. (thd/ida)