Garuk 10 Psikotik dan Pengemis

347

Disinyalir Pasokan dari Luar Daerah

DEMAK-Menjelang puasa Ramadan, intensitas para gelandangan maupun pengemis dan psikotik di Kota Wali meningkat. Mereka beroperasi di tempat-tempat wisata religi di kawasan Masjid Agung Demak maupun Kadilangu.
Karena itu, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnosnakertrans) pun bergerak cepat untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Dalam razia kemarin, petugas Dinsos bersama Satpol PP berhasil mengamankan sebanyak 10 psikotik (gangguan jiwa) dan pengemis.
Kabid Perbaikan Sosial, M Romli mengungkapkan, operasi gepeng difokuskan di beberapa lokasi. Di antaranya, Masjid Agung Demak, Alun-Alun, Zebor, kawasan Tembiring dan jalan lingkar selatan Kota Demak.  Para gepeng tersebut setelah diamankan lalu dibawa ke Kantor Dinsos untuk dilakukan pendataan.
“Setelah itu, kami kirimkan ke Panti Margo Widodo Semarang milik provinsi. Kita sendiri sebetulnya butuh Balai Rehabilitasi. Tapi, sekarang belum ada,” terang Romli, kemarin.
Kepala Dinsosnakertrans, Bambang Saptoro menambahkan, beberapa hari menyongsong Ramadan Demak menjadi salah satu jujukan para gepeng tersebut. Mereka ditengarai ada yang pasokan dari luar daerah, utamanya orang yang mengalami gangguan sakit jiwa.
“Karena itu, kami mengantisipasi dengan cara melakukan razia di tempat-tempat mangkal mereka. Kami sterilkan kawasan yang menjadi lokasi mangkal tersebut. Jangan sampai mengganggu orang yang hendak beribadah puasa,” jelas Bambang.  
Dia mengatakan, untuk orang yang diketahui psikotik langsung dibawa ke Panti Rehablitasi Penyakit Jiwa di Sayung. Sedangkan, para tuna wisma dibawa ke panti di Semarang. Penertiban gepeng ini sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2001 tentang penanggulangan pengemis. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.