Jawa Tengah Mimpikan SKO

501

SEMARANG – Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Faisal Abdullah berharap Jateng memiliki Sekolah Khusus Olahraga (SKO) seperti beberapa provinsi lain. Faisal menjelaskan, saat ini di Indonesia ada delapan SKO di antaranya Jakarta, Sumsel, Kaltim, Sulsel, Jatim dan Papua.
”Kami mengapresiasi keberadaan PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) di Jateng. Kalau sudah besar, bisa dijadikan SKO seperti Ragunan yang banyak mencetak atlet,” kata Faisal.
Di bagian lain, Kadinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso menjelaskan, bahwa saat ini Jateng mengelola 21 cabang PPLP yang dipusatkan Gelora Jatidiri. Dikatakannya, Jateng pun merintis berdirinya SKO dengan menyatukan dengan PPLP yang dihuni 354 atlet di kawasan Jatidiri. ”Kita akan mencoba membangun SKO, tentunya harus ada kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Kita akan lihat, MoU antara menpora dan mendiknas kayak apa. Kurikulum SKO tentunya beda dengan kurikulum. Yang membedakan antara PPLP dan SKO adalah, bahwa SKO hasil keluarnya adalah seorang atlet, sedangkan PPLP masih berstatus pelajar dan bisa melanjutkan sekolah,” kata Budi.
Dia berharap, dua tahun ke depan, Jateng punya SKO, secara bertahap mulai 2015. Tempat latihan SKO nanti, kata dia, harus bertaraf internasional. ”SKO dan PPLP bisa disatukan di Jatidiri. Anggaran masih dalam perhitungan. Estimasi kami Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Kami yakin Pak Gubernur ikut mengepresiasi berdirinya SKO di Jateng,” tambahnya.
Tentang target Jateng di kejurnas tersebut menurut Budi, sebagai tuan rumah tentu mengincar dwi sukses yaitu sukses penyelenggaraan dan tuan rumah. Dia berharap Jateng juara umum.”Memang tak mudah, karena saingan kita dalah Jabar dan Bali,” katanya. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.