Penyidikan Kasus, Ditentukan Olah TKP

383

KENDAL—Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, terjadi di Kecamatan Singorojo. Tim olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Reserse Kriminal (Reskrim) langsung datang setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.
Pertama kali, petugas melokalisasi dan memasang police line. Lantas, dilanjutkan dengan mengumpulkan barang bukti yang ada di sekitar TKP. Hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku melakukan pencurian, namun ketahuan pemilik rumah. Lantaran tidak ingin diketahui, pelaku nekat menghabisi korban dengan menusuk perut hingga korban tewas karena kehabisan darah.
Dari olah TKP, petugas berhasil mengumpulkan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Pisau ditemukan di luar rumah dalam keadaan berlumuran darah. Selain itu, jejak kaki pelaku dan gelas, teko dan botol minuman.
Barang bukti tersebut dikumpulkan dan dimasukkan dalam kantong plastik khusus. Yakni mengumpulkan sidik jari dari barang bukti, mengambil sampel darah yang berada pada tubuh korban dan pisau.
Itulah suasana lomba olah TKP antar Polsek di Kendal yang digelar Polres Kendal. Kapolres Kendal, AKBP Haryo Sugihartono mengatakan bahwa lomba digelar untuk meningkatkan kemampuan anggota reskrim dalam melakukan olah TKP.
“Sebab olah TKP adalah tonggak awal seorang penyidik dalam mengembangkan sebuah kasus tindak pidana. Bagi penyidik, olah TKP mendapatkan porsi 60 persen keberhasilan sebuah penyidikan pekara,” katanya, Senin (23/6) kemarin.
Haryo menjelaskan, olah TKP adalah titik awal bagi penyidik untuk mengumpulkan barang bukti yang akan digunakan mengembangkan penyidikan. “Dari olah TKP, setidaknya penyidik sudah memiliki gambaran atau kesimpulan sementara alias modus operandi yang dipakai pelaku,” tuturnya.
Hasil olah TKP, lanjut Haryo, digunakan untuk mendalami perkara dengan melakukan evaluasi dan analisa. Selain itu, diperkuat dengan keterangan saksi yang melihat atau mendengar kejadian tindak pidana.
Kasat Rerskrim Polres Kendal, IPTU Fernando mengatakan ada tiga kriteria penilaian yakni administrasi meliputi kelengkapan alat, pelaksaan yakni kecepatan dan kehatian-hatian. “Selain proses identifikasi, petugas harus mengumpulkan barang bukti saat olah TKP,” katanya. (bud/ida)