Gasak Motor di 8 Lokasi, Ditembak

432

DEMAK-Anggota Unit Reskrim Polsek Mranggen Demak, terpaksa menembak kaki kanan Alex Rohim, pelaku curanmor. Pelaku yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat itu, telah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. 
Kapolres Demak, AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan bahwa tersangka dihadiahi timah panas lantaran saat dikeler untuk menunjukkan keberadaan barang bukti (BB) hasil curiannya, malah berusaha melarikan diri dan melawan petugas. “Kami tidak mau hasil tangkapan kabur. Sebelumnya, petugas sudah memberi tembakan peringatan 3 kali. Namun, pelaku tidak mengindahkannya. Akhirnya, kaki kanan tersangka terpaksa ditembak,” ujar AKP Sutomo.
Alex Rohim sebelumnya kabur ke Lampung setelah mendengar temannya yang bertugas mengirim sepeda motor hasil curian tertangkap Resmob Polrestabes Semarang. Rekannya tersebut hingga kini masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (LP).
“Alex kabur selama dua bulan. Dan, petugas berhasil menangkap yang bersangkutan, ketika pulang ke rumahnya dan sedang menonton orkes melayu di Dukuh Kadilangon, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen,” jelasnya.
Saat menonton, ada warga yang mengetahui keberadaan tersangka lalu melaporkannya ke Polsek Mranggen. Tak lama kemudian, tersangka dibekuk lalu dibawa ke Mapolsek Mranggen. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Mranggen 8 kali dengan lokasi yang berbeda-beda. Yaitu, di Desa Bandungrejo (dapat sepeda motor Suzuki Satria FU), kemudian di Perumahan Pondok Majapahit blok L (dapat Honda Tiger), di Jalan Pucang Santosa Barat Raya (dapat Yamaha Vega R), di Perum Pondok Majapahit gang  L4 (dapat motor Ninja). Lalu, di belakang SPBU Desa Bandungrejo (dapat Yamaha Jupiter), di Dukuh Gebangsari, Batursari (dapat Yamaha Vixion), di depan Masjid Pondok Majapahit  (dapat Honda Beat) serta di Perum Pondok Majapahit gang  II F/8 (dapat Honda Tiger). Atas perbuatannya melawan hukum itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang curanmor dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Kami terus melakukan penyelidikan jaringan tersangka atas berbagai kasus curanmor ini,” ujarnya. (hib/ida)