Lima Belas Desa Pamerkan Foto Zaman Dulu

360

Dari Pameran Dokumentasi dan Potensi Daerah Temanggung

Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Temanggung menggelar pameran dokumentasi dan potensi daerah di halaman kantornya. Dalam pameran ini juga dipajang hasil karya fotografi Wakil Bupati Irawan Prasetyadi.

Dokumentasi dianggap hal-hal yang sederhana, namun sebenarnya memiliki nilai yang sangat besar di masa depan.  Untuk mencapai dokumentasi yang berkualitas, baik fotografi maupun videografi, harus memahami seni agar nilai dokumenter lebih tajam dan mengena.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, saat membuka kegiatan Pameran Dokumentasi dan Potensi Daerah yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Temanggung, Senin (23/6) pagi kemarin. “Yang ada saat ini sudah sangat luar biasa,” kata Irawan.
Dalam pameran tersebut, Irawan juga turut memamerkan hasil karya fotografinya berupa foto landscape pemandangan Sindoro dengan background alam yang indah. Foto karya pria yang pembina Komunitas Fotografi Temanggung (Koforte) ini dicetak dalam ukuran paling besar dengan pajangan khusus di stan Koforte yang turut dalam pameran tersebut.
“Kita harus melihat bahwa potensi daerah kita sangat besar, sehingga perlu dikembangkan lebih baik lagi. Untuk itu, kita harus bisa mengambil sisi dokumenter yang menjual dengan kualitas seni yang bagus. Kami lihat potensi warga Temanggung dalam hal ini sudah sangat baik,” terangnya.
Ia menjelaskan, dalam pameran tersebut dokumentasi daerah zaman kuno (peninggalan zaman dulu) juga dipamerkan oleh Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi di halaman gedung yang terletak di kompleks Taman Kartini, ini. Pameran itu juga diikuti oleh desa-desa/kelurahan yang memiliki dokumentasi potensial peninggalan zaman dulu.
“Pembatasan jumlah peserta tersebut dilakukan, mengingat tempatnya juga terbatas. Kalau ditampilkan semua desa/kelurahan di Temanggung akan memakan tempat yang sangat luas. Karenanya, saat ini diikuti 15 desa (14 kecamatan) dengan 30 stan pameran,” jelas Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Temanggung, Bambang Edhi Hartono. 
Ia menyebutkan, pameran dokumentasi potensi daerah tersebut berlangsung selama tiga hari, dengan menampilkan 30 stan.  Bambang menyebutkan, lima belas desa/kelurahan yang memamerkan dokumentasi peninggalan budaya itu  adalah Desa Tegowanuh (Kecamatan Kaloran), Desa Tlahab (Kledung), Desa Suropadan (Pringsurat), Jetis (Selopampang), Desa Menggoro (Tembarak).
Disamping itu, Desa Pringapus dan Purbosari (Ngadirejo),  Tawangsari, Candisari (Bansari), Tlogopucang (Kandangan), Munwng (Candiroto), Gondosuli (Bulu), Muncar (Gemawang), Desa Kedu (Kedu) serta Kelurahan Parakan Wetan (Kecamatan Parakan.
“Warga masyarakat setidaknya dikenalkan lewat foto atau benda lain jika di daerah ini memiliki peninggalan sejarah kuno. Sebab, tak sedikit warga setempat justru kurang mengetahui keberadaan benda-benda kuno itu, di Temanggung,” tandasnya. (zah/lis)