Pendemo Duduki Kantor Bupati Demak

380

DEMAK-Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi dengan cara menduduki Kantor Bupati Demak di Jalan Kiai Singkil Nomor 7, kemarin siang (24/6). Pasalnya, mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) dan Ikatan Mahasiswa Demak (Imade) merasa kesal lantaran tidak segera ditemui Bupati Dachirin Said.
Bahkan, mereka nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP yang mencoba menghadang gerak laju para mahasiswa yang nekat masuk ke Pendopo tersebut. Akhirnya, mereka berhasil menduduki Pendopo. Mahasiswa yang dipimpin Ketua FKRMD, Rifai itu sempat berang dengan petugas, karena dituding hanya ingin mencari sesuap nasi (makanan). “Apa maksudnya?” tanya mereka.
Dengan berbagai atribut, mahasiswa menyayangkan sikap bupati yang dinilai tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan atau peraturan daerah (Perda) yang dibuat. Di antaranya, terkait pengisian CPNS K2 yang sarat masalah, pendirian industri yang tidak pada tempatnya, dan penataan birokrasi yang tidak sesuai struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), termasuk penganggaran dana hibah.
Dalam dana hibah ini, Bupati sebelumnya telah menerbitkan SK Nomor 451.2/05/2014 tertanggal 2 Mei 2014 tentang bantuan hibah tempat peribadatan, tempat pendidikan agama dan tempat kegiatan keagamaan di wilayah Kota Wali.
Koordirnator Lapangan (Korlap) demo, Taufik, mengatakan bahwa dalam SK diputuskan bantuan masjid sebesar Rp 20 juta, musala Rp 10 juta dan pesantren Rp 20 juta. “Namun, di lapangan nilai bantuan diduga lebih dari yang dianggarkan tersebut,” katanya.
Selain itu, para pendemo juga mempersoalkan kebijakan bupati yang tidak bisa menertibkan karaoke yang kini makin menjamur di Kota Wali. Satu sisi, Bupati dinilai rajin membuat kegiataan keagamaan, namun di sisi lain, justru membiarkan karaoke tumbuh subur sehingga mencoreng nama Kota Wali.
Sementara itu, setelah ditunggu-tunggu cukup lama, akhirnya Bupati Dachirin Said yang baru pulang dari Semarang sehabis rapat di kantor Guberbur Jateng, langsung berkenan menemui para pendemo.
Bupati mengungkapkan, pihaknya meminta maaf atas keterlambatan menemui pendemo tersebut. “Saya minta maaf. Teman-teman yang punya ide bagus akan kami akomodir. Kami justru senang kebijakan yang ada bisa didampingi LSM,” jelasnya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.