Polres Terapkan Pola 2-8-16

316

KENDAL—Polres Kendal mengaku kekurangan personel untuk pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 mendatang. Pasalnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terpaut banyak jika dibandingkan jumlah personel yang diturunkan untuk pengamanan.
Yakni 1581 TPS yang ada di Kendal dalam Pilpres nanti, personel polisi yang diterjunkan hanya 571. Dengan jumlah personel yang ada, Polres Kendal menerapkan pola 2-8-16. Yakni dua personel harus menjaga delapan TPS dengan dibantu 16 personel petugas keamanan lingkungan masyarakat (Linmas).
“Jadi dua personel harus memantau kondisi di delapan TPS. Sedangkan petugas Linmas di masing-masing TPS ada dua personel. Makanya personel dari kami harus aktif melakukan komunikasi tentang keadaan di semua TPS yang dijaga sesuai tanggung jawabnya,” kata Kapolres Kendal AKBP Haryo Sugihartono.
Ia mengatakan, selain personel lapangan, juga ada bantuan dari Polda. Tapi sifat bantuan hanya stand by untuk mengantisipasi jika terjadi tindakan anarkis. “Bantuan dari Polda hanya Bawah Komando Operasi (BKO) saja. Jadi mereka hanya stand by dan bertindak, jika atas perintah langsung dari Kapolres,” jelasnya.
Sedangkan untuk pengawalan selama masa kampanye Pilpres, Haryo mengatakan sejauh ini ada 294 personel. “Kami sepenuhnya siap, karena sudah kami lakukan evaluasi pengamanan dari pemilu legislatif,” tuturnya.
Menurutnya, baik jumlah personel pada saat Pilpres maupun selama masa kampanye, disesuaikan dengan kondisi keamanan di Kendal. Haryo mengaku, kondisi umum wilayah Kendal aman. Makanya, pola pengamanan Pilpres 2-8-16 sudah mencukupi untuk kebutuhan Kendal.
Kegiatan pengamanan dilakukan mulai dari pengawalan, pengamanan dan kekuatan antisipasi, jika dimungkinkan terjadi tindakan anarkis. Perihal adanya petugas Linmas, perlu ada penyelarasan jika ada ancaman tinggi dalam tindakan anarkis, maka itu kewajiban petugas kepolisian.
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menekankan agar petugas Linmas perlu melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian terkait pengamanan TPS. “Jangan sampai terjadi human eror. Linmas mengawal kotak suara. Mengamankan tindakan anarkis, sudah tugas dari personel kepolisian,” katanya.
Petugas Limnas yang akan diterjunkan ada 7162 personel dengan masing-masing TPS 2 orang. Anggaran yang disediakan untuk personel Linmas mencapai Rp 3,581 miliar. Rinciannya setiap personel akan mendapatkan Rp 250 ribu perhari.
“Sedangkan selama Pilpres ini dua hari. Jadi masing-masing anggota mendapatkan Rp 500 ribu. Anggaran dari pusat, bukan dari APBD,” paparya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.