Provinsi Jateng Kekurangan Tenaga Arsiparis

353

SRONDOL KULON — Tenaga arsiparis di Jateng saat ini masih kurang. Seharusnya setiap satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) memiliki arsiparis.
”Hanya beberapa SKPD tertentu yang memiliki tenaga arsiparis, yakni Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Red) dan Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Red). Sedangkan di Badan Arpus (Arsip dan Perpustakaan, Red) Jateng hanya memiliki 22 tenaga arsiparis sehingga masih kurang,” ungkap Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng SP Andriani S usai membuka lomba kearsipan dan perpustakaan, Selasa (24/6).
Lebih lanjut Andriani mengatakan, meski jumlah arsiparis di Badan Arpus terbatas tapi mereka masih diminta membantu mengelola kearsipan di 35 kabupaten/kota. Sesuai Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan UU Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, Pemprov wajib menjamin kelangsungan penyelenggaraan serta pengelolaan kearsipan dan perpustakaan di wilayahnya.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Jateng untuk meningkatkan kemampuan arsiparis, dengan mengadakan lomba-lomba kearsipan dan perpustakaan. Pada tahun ini digelar 7 jenis lomba kearsipan dan perpustakaan yakni pemilihan arsiparis teladan, pemilihan pustakawan berprestasi terbaik, lomba karya tulis perpustakaan populer untuk siswa SLTA, lomba bercerita siswa SD atau MI, lomba tertib arsip desa, lomba perpustakaan sekolah tingkat MA serta lomba perpustakaan desa/kelurahan.
”Lomba ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyelenggaraan pengelolaan kearsipan dan perpustakaan,” katanya.
Terkait dengan rendahnya minat baca di kalangan masyarakat Jateng, Badan Arpus terus melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan mengirimkan mobil pintar di tempat keramaian. ”Setiap pagi acara car free day banyak pengunjung yang memanfaatkan kegiatan itu dengan cara membaca,” katanya. (hid/sct/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.