10 Tempat Pijat Plus Dibongkar

519

SALAMAN MLOYO — Sepuluh tempat pijat yang diduga digunakan untuk praktik mesum di Jalan Puspowarno Semarang dibongkar, Rabu (25/6). Sebuah backhoe dikerahkan untuk membongkar bangunan semipermanen tersebut. Razia aparat gabungan satpol PP, polisi dan TNI ini berlangsung aman dan tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan.
Razia ini menjadi tontonan masyarakat sehingga wilayah yang biasanya lengang, kemarin terlihat ramai. Bangunan yang dibongkar milik warga yang membandel tidak mau beralih ke usaha lain. ”Yang sudah beralih fungsi tidak masalah, tetapi kalau masih digunakan sebagai tempat pijat plus maka langsung kami bongkar,” ungkap Kabid Trantibummas Satpol PP Kota Semarang Aniscetto Magno Da Silva di sela-sela pembongkaran.
Aniscetto mengaku telah melayangkan surat peringatan berulang kali pada pemilik bangunan, tapi tidak mendapat respons. Karenanya, pembongkaran paksa dilakukan. Barang-barang di dalam bangunan juga diangkut petugas. ”Pemilik bisa mengambil barang-barang di kantor satpol PP,” katanya.
Pembongkaran ini berkaitan dengan laporan masyarakat yang terganggu dengan adanya panti pijat plus. Apalagi lokasinya berdekatan dengan masjid dan sekolah. Awalnya, di lokasi ini ada 14 tempat pijat plus. Empat bangunan sudah beralih fungsi menjadi tempat jualan pulsa dan makanan.
Salah seorang warga Puspowarno, Abdul Azis, 54, mengatakan, panti pijat yang masih beroperasi tersebut cukup meresahkan warga. Abdul Azis mengaku, pada malam hari ia pernah ditawari oleh orang untuk pijat. Tapi tawaran itu langsung ditolak dan ia pulang ke rumah. ”Tempat ini sangat mengganggu warga dan berdekatan dengan masjid,” katanya.
Terpisah, tim gabungan Polsek Gayamsari melakukan razia di sejumlah tempat hiburan. Dalam razia tersebut, petugas hanya mendata pemandu karaoke dan pemilik tempat hiburan.

Razia dimulai dari tempat karaoke di Jalan Arteri Semarang. Di lokasi ini, petugas mendata identitas sejumlah pemandu karaoke (PK) dan menyita sejumlah miras. Petugas juga mendatangi salon yang diduga juga digunakan untuk ajang prostitusi. Kemudian dilanjutkan di kawasan belakang Masjid Agung Jawa Tengah. Kedatangan petugas dengan mobil patroli membuat sejumlah orang terkejut dan kabur.
Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi melalui Wakapolsek Gayamsari AKP Naryo Adi mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan menyambut datangnya Ramadan, serta pengamanan pilpres. ”Mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan selama masa kampanye. Selain itu beberapa hari lagi sudah masuk puasa, sehingga seminimal mungkin dapat kami tekan hal-hal yang dapat memicu aksi kejahatan dan gangguan keamanan,” ungkapnya.

Dalam razia tersebut, 20 petugas kemudian menyusuri Jalan Barito Semarang Timur dan menyita belasan miras dari sebuah warung. Razia diakhiri dengan mendatangi salah satu tempat karaoke di kawasan ruko Jalan Brigjen Sudiarto, Gayamsari. (hid/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.