Janji Tindak Tegas Penyakit Masyarakat

337

BARUSARI – Jajaran Polrestabes Semarang terus melakukan berbagai upaya untuk memberantas penyakit masyarakat di Kota Semarang. Mulai dari peredaran minuman keras, perjudian, aksi perampasan dan berbagai kriminalitas lainnya. Penindakan tegas terus dilakukan terutama selama Ramadan 2014 mendatang. Sikap ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Kepala Polrestabes Semarang Kombespol Djihartono berjanji meningkatkan intensitas razia untuk memerangi penyakit masyarakat. Mulai dari jalan remang-remang sampai tempat hiburan yang tidak berizin. ”Kami sudah bergerak terus, pasti akan ditindak berbagai penyakit masyarakat,” katanya.
Djihartono menambahkan, petugas juga terus melakukan razia di sepanjang jalanan. Selain untuk memerangi perampas jalanan, sekaligus untuk memerangi peredaran miras. Tidak jarang, pengiriman miras dilakukan pada malam hari untuk mengelabui petugas. ”Giat razia terus galakkan, untuk meminimalisir aksi kriminalitas di Kota Atlas,” imbuhnya.
Selain penyakit masyarakat Polrestabes Semarang juga mewaspadai aksi kriminalitas selama Ramadan. Sebab, selama Ramadan, masyarakat muslim menjalankan ibadah tarawih dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Polisi akan meningkatkan patroli di sejumlah titik-titik lokasi yang rawan. ”Masyarakat juga harus menambah kewaspadaan. Usahakan semua terkunci ketika pergi, atau menitipkan kepada tetangga jika ada yang di rumah,” tambahnya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menegaskan akan menindak tegas pelaku perampas bersajam. Keberadaan perampas bersajam selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi, banyak pelaku masih anak-anak dan justru kerap membacok korbannya. ”Jika melawan dan membahayakan bisa diberi tindakan tembak,” katanya.
Wika menambahkan, selama ini sudah banyak pelaku yang tertangkap. Meski begitu, diakui pelaku masih saja tetap ada yang berkeliaran. Dari keterangan pelaku yang dibekuk, rata-rata pelaku perampas bersajam bekerja secara kelompok dan mengonsumsi miras. ”Miras ini yang membuat pengaruh pelaku bisa lebih berani,” tambahnya. (fth/ton/ce1)