Kembangkan Umat tanpa Melupakan Ajaran Islam

507

MANYARAN – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan Pondok Pesantren Nurul Anwar milik Yayasan Tarbiyah Wa Tahfidz di Perum Pasadena, Manyaran, Semarang Barat, Rabu (25/6). Didirikan pada April 2014, yayasan ini berniat menjadi wadah dalam mengembangkan umat sesuai kemajuan teknologi tanpa melupakan ajaran agama Islam.
Pejabat yang akrab disapa Hendi ini memberikan apresiasi atas inisiatif dan kebersamaan seluruh jamaah dan masyarakat yang mengembangkan pondok pesantren ini. Pembangunan ini, diharapkan dapat menjadi ladang amal bagi seluruh masyarakat. ”Kebersamaan dan guyub ini diharapkan berkembang dalam berbagai kegiatan pembangunan Kota Semarang, untuk menjadi kota yang lebih baik, maju dan sejahtera,” kata Hendi.
Berada di lingkungan Masjid Islamic Center, yayasan yang beranggotakan jamaah masjid dan warga sekitar ini telah melakukan berbagai kegiatan. Seperti membuka tempat pendidikan Alquran (TPQ), pengajian sakinah, khotmil quran, kajian kitab salaf, maulid, kumpulan santri penghafal Alquran. ”Embrio pembangunan Pondok Pesantren Nurul Anwar ini bermula dari kegiatan hafalan Alquran yang terbatas bagi santri laki-laki sejak 5 tahun lalu. Penerimaan santriwati belum bisa dilakukan mengingat keterbatasan tempat dan dana,” ujar Muhibin Al Hafidz, pemrakarsa pendirian Pondok Pesantren Nurul Anwar.
Menurutnya, pembangunan akan dilaksanakan dalam 2 tahapan. Pada tahap satu, yakni berupa pengadaan tanah wakaf seluas 15 x 18 m atau 270 meter persegi. Sedangkan untuk tahapan kedua, yakni dimulainya pembangunan fisik dan pengadaan fasilitas bagi santriwati.(zal/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.