Pelebaran Jembatan Menuai Protes


5076

SLAWI-Pengerjaan proyek pelebaran jembatan Kali Sibebek di Jalan Raya Singkil barat Desa Gumalar menuai protes warga. Pasalnya tak jauh dari jembatan, masih ada jembatan vital brug tasrip yang seharusnya mendapat perhatian serius Pemkab Tegal. Karena kondisinya membahayakan pengguna jalan.
Menangapi protes warga, Kades Gumalar Noer Slamet DM mendatangi DPU untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait proyek jembatan di desanya. “Jembatan brug tasrib sudah dua tahun belum tersentuh rehab. Justru pemkab melalui DPU mengerjakan proyek pelebaran jembatan Kali Sibebek yang menurut warga belum saatnya untuk dipugar,” ujarnya, Rabu (25/6) kemarin.
Kondisi jembatan brug tasrip sepanjang 20 meter itu hanya ditutup lempengan besi yang kini sudah mulai mengelupas. Sementara pelebaran Jembatan Kali Sibebek yang berada di sebelah baratnya hanya didukung anggaran awal Rp 100 juta. Hal ini juga mendapat perhatian warga terkait seberapa kuat jembatan penghubung dengan alokasi dana yang hanya Rp 100 juta.
Plt Kepala DPU Ir Suhermanto berkesempatan menemui Kades Gumalar, menyatakan bahwa pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil yang ada. “saya akan segera pantau lokasi di lapangan. Memang, untuk pelebaran jembatan Kali Sibebek akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama didukung anggaran sebesar Rp 100 juta,” ujarnya.
Sementara untuk rehab jembatan brug Tasrip yang ada di bagian timur, alokasi dana sudah disiapkan sekitar Rp 200 juta. Karena bilai proyek di atas Rp 200 juta, diperlukan proses lelang. Dijadwalkan rehab jembatan brug tasrip baru akan kelar setelah Lebaran. Hal ini dikarenakan rekanan terkendala dengan aturan Sertifikat Badan Usaha ( SBU) sebagai syarat mutlak dalam mengerjakan proyek. “Disinilah rekanan lokal banyak yang belum siap,” cetusnya.
Pemerintah Desa Gumalar juga menyampaikan masukan warga agar pelebaran jembatan Kali Sibebek tidak hanya menyentuh bagian selatan. Hal ini mengakibatkan kondisi jalan selatan semakin menikung dan rawan terjadinya kecelakaan. Warga berharap, pelebaran bisa diuluruskan ke utara untuk menekan terjadinya kecelakaan. “Jembatan itu menjadi penghubung ke arah Lengkong Kabupaten Brebes. Dan di musim mudik, menjadi jalur alternatif pemudik yang hendak menyeberang ke wilayah tetangga,” tegasnya. (her/jpnn/ida)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.