Pemilik Gedung Belum Setuju

325

BALAI KOTA – Rencana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang menambah kantong-kantong parkir dengan memanfaatkan halaman perkantoran belum mendapat dukungan dari instansi terkait. Dalam hal ini pemilik gedung.
”Kami sudah berkoordinasi dengan instansi dan pengusaha pertokoan yang memiliki halaman cukup luas untuk menampung kendaraan. Seperti gedung Disperindag Jateng dan Living Plaza (Ace Hardwere) di Jalan Pahlawan dan halaman museum Mandala Bhakti. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban terkait pemakaian tempat tersebut,” terang Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto kepada Radar Semarang, kemarin (25/6).
Agus mengatakan, beberapa pemilik gedung masih belum memberi persetujuan karena masih mempersoalkan masalah perawatan dan kebersihan di area gedung. Terkait hal tersebut, pihaknya masih akan berkoordinasi kembali untuk membahas kompensasi atas lahan yang digunakan untuk parkir. ”Hasil pendapatan dibagi untuk kebersihan, perawatan tempat, kemudian yang disetorkan ke pemkot berapa, kita bisa bicarakan,” terangnya.
Menurut Agus, penambahan kantong parkir saat ini akan difokuskan untuk mengurai kemacetan di Jalan Pandanaran. Mengingat kawasan tersebut merupakan pusat oleh-oleh yang sering digunakan parkir oleh konsumen. Jika pihak museum Mandala Bhakti memberikan persetujuan halamannya digunakan sebagai tempat parkir, maka Jalan Pandanaran akan steril dari parkir. Pemkot Semarang akan memfasilitasi konsumen yang ingin ke pusat oleh-oleh menggunakan angkutan feeder.
”Nanti Jalan Pandanaran akan bebas parkir, masyarakat yang ingin ke pusat oleh-oleh akan diarahkan parkir ke halaman museum Mandala Bhakti. Kemudian kami fasilitasi dengan angkutan feeder. Sistemnya mobile dan hanya untuk mengedrop saja, kemudian angkutan itu akan memutar ke Simpanglima dan kembali mengangkut penumpang untuk mengambil kendaraanya di museum. Angkutan itu juga tidak boleh ngetem,” jelasnya. (zal/ton/ce1)