Belenggu Setan sebelum Bulan Ramadhan

346

SIMPANG LIMA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah karyawan Hotel Horison Semarang (HHS) kemarin (26/6) melakukan aksi teatrikal bertajuk ’Bondho Setan’. Dalam aksinya, para karyawan hotel berdandan ala setan dan melakukan pawai mengelilingi kawasan Simpang Lima, Kamis (26/6) petang.
Kostum yang digunakan pun sangat unik, menggambarkan setan yang sering mengganggu umat muslim yang tengah menjalankan puasa. Di antaranya, sosok tuyul, buto ijo, dan pocong. Berbagai wujud setan itu dibelenggu dalam penjara besi selama bulan puasa.
Uniknya, mereka juga ’memenjarakan’ wanita pemandu karaoke (PK) yang berdandan seksi. Tiga pemandu karaoke berpakaian loreng itu dianggap bisa membatalkan puasa. ”Ini maknanya, selama Ramadan, kita harus menginggalkan dunia hiburan malam,” jelas Executive Assistant Manager Hotel Horison Semarang Adi Danindra kepada Radar Semarang.
Selain wujud setan, ada pula tokoh religius seorang ustad dan wanita muslimah. Mereka mengiringi perjalanan setan-setan yang mengganggu manusia. “Setan-setan itu berhasil dikerangkeng oleh sejumlah ustad,” katanya.
Saat pawai mengelilingi lapangan Simpang Lima, peserta aksi juga membawa spanduk bertulisan ucapan ’Selamat Menunaikan Ibadah Puasa’ kepada masyarakat. Tentu saja, aksi para karyawan hotel itu menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.
”Aksi teatrikal Bondho Setan ini diikuti 50 karyawan kami. Maknanya, sebagai umat yang menjalankan ibadah puasa harus bisa menjaga diri dengan menahan lapar, dahaga, hawa nafsu dan lainnya,” jelas Adi Danindra.
General Manager Hote Horison Semarang, Ahmad Mustofa, menambahkan, aksi teatrikal yang digelar tersebut merupakan wujud syukur manajemen hotel menyambut bulan suci Ramadan. ”Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun menjelang bulan Ramadan,” katanya.
Menurut dia, Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah dan harus dihormati. Karena itu, dalam aksi teatrikal kemarin pihaknya sengaja mengusung tokoh setan serta hal-hal yang bisa membatalkan puasa. ”Kita harus menghormati bulan suci ini, sehingga semua perbuatan maksiat harus ditinggalkan,” ujarnya. (den/aro/ce1)