Guru Ngaji Tersangka Bansos

288

WONOSOBO – Kejaksaan Negeri Wonosobo, resmi menetapkan tersangka dugaan korupsi alokasi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2010. Tersangka berinisial TSN, 38, warga Bumireso, Wonosobo. Tersangka yang merupakan guru mengaji ini, diduga memotong dana bansos untuk sedikitnya 20 lembaga pendidikan agama hingga merugikan negara mencapai Rp 100 juta.
“Kami sudah tetapkan satu tersangka, untuk kasus pemotongan dana bansos tahun 2010 dari Provinsi Jawa Tengah,”kata Kepala Kejaksanaan Negeri Wonosobo Suharto didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Anto Widi Nugroho kepada Jawa Pos Radar Kedu, kemarin (26/5).
Suharto mengatakan, TSN ditetapkan sebagai tersangka, setelah pihaknya memeriksa sedikitnya 150 lembaga pendidikan agama di Wonosobo yang pada tahun 2010 menjadi penerima dana bansos Provinsi Jateng. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan bukti dan saksi adanya pemotongan nilai bantuan terhadap 20 lembaga pendidikan agama di Wonosobo.
Ttersangka menjadi broker, dia membawa proposal, kemudian mengusulkan ke Provinsi Jateng,”katanya
Namun, kata Suharto, setelah bantuan turun, tersangka memotong bantuan dari 20 lembaga pendidikan agama, dengan besaran berbeda persentase berbeda.
“Nilai yang dipotong oleh tersangka berbeda-beda, karena besaran nilai bansos tiap lembaga juga berbeda,”katanya.
Anto Widi menguraikan, dari 20 lembaga pendidikan yang sudah diperiksa, rata-rata menerima bantuan antara Rp 30 – Rp 50 juta. Dari besaran bantuan tersebut, tersangka memotong antara Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 10 juta. Hasil pemeriksaan sementara, total kerugian negara dari pemotongan tersebut mencapai Rp 100 juta. “Jadi nilai potongan bervariasi, tidak sama,” imbuhnya.
Selain 20 lembaga pendidikan agama tersebut, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk, masih memeriksa kemungkinan pihak lain terlibat.
“Kami masih terus dalami kasus ini, bisa aja ada kemungkinan muncul tersangka lain. Namun dari 150 lembaga pendidikan agama yang kami periksa, baru satu tersangka,” paparnya.
Ditambahkan, untuk mendalami kasus ini, pihaknya juga sudah melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Langkah ini untuk menambah alat bukti dalam menguak adanya keterlibatan aktor lain, termasuk untuk meningkatkan proses penyidikan terhadap tersangka TSN.
“Tersangka juga merupakan guru ngaji di desanya. Dia mengelola lembaga pendidikan agama di desanya,” pungkasnya. (ali/lis)