Pedagang Kecewa, Sidang Ditunda

349

Kasus Pengeroyokan Pedagang Pasar Tiban

PEKALONGAN-Ratusan pedagang pasar tiban kecewa berat. Begitu mengetahui sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekalongan, Kamis (26/6) siang kemarin, ditunda. Yakni, dalam kasus pengeroyokan pedagang yang diduga dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan pada pertengahan Mei lalu (18/5) di Jalan Veteran Kota Pekalongan.
Penundaan tersebut lantaran ketua majelis yang juga Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Akhmad Rosidin berhalangan hadir, lantaran sedang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Ketua PN di Semarang. Akhirnya, hakim tunggal, Indriyani, dengan Panitra Muda Pidana, Sudirman, hanya membuka sidang selama 10 menit dan menjadwalkan penundaan.
Dalam sidang perdana tersebut menghadirkan 6 terdakwa. Yakni, Ahmad Syarifudin, 25; Sakwan, 34; Moh Subkhan, 33; Hadi, 43; Mahfudin, 38; dan A, 17. Mereka didampingi penasehat hukum, Arif NS dan Sokheh serta orang tua terdakwa.
Sedangkan Ketua Paguyuban Pasar Tiban (Parti) Bersatu, Kota Pekalongan, Arifiyanto, menjelaskan bahwa seluruh pedagang pasar tiban serta warga masyarakat Kota Pekalongan dan mahasiswa akan terus mengawal jalannya sidang kasus pengeroyokan terhadap pedagang pasar tiban. Dengan korban, salah satu pedagang pasar tiban, Edi Susanto.
“Sidang ini harus dikawal, agar terungkap siapa dalang atau atasan dalam kasus pengeroyokan terhadap pedagang pasar tiban. Kami ini pedagang, cari makan dengan uang halal, bukan koruptor. Karena itu, keadilan harus ditegakkan,” tandas Arifiyanto yang didukung oleh ratusan pedagang lainnya.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan, Ida Nurliana, usai persidangan menjelaskan bahwa ke-6 orang didakwa dengan Pasal 170 ayat 2 ke 1, dan Pasal 170 ayat 1, tentang pengeroyokan. “Ancaman pidananya maksimal 12 tahun. Sidang akan dilanjutkan Kamis depan (3/7), dengan mendengarkan para saksi,” jelas Ida Nurliana.
Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Arif NS, mengatakan bahwa dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut, pihaknya tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. Sehingga, sidang akan dilanjutkan Kamis depan. ”Kami tidak mengajukan eksepsi, kami ikuti dulu jalannya sidang,” kata Arif. (thd/ida)