15 Pemabuk dan 2 Pasangan Mesum Diamankan

286

PEKALONGAN – Menjelang bulan suci Ramadhan 1435 masih ada warga yang diamankan petugas Satpol PP Kota Pekalongan karena mabuk minuman keras maupun berbuat mesum. Sedikitnya ada 15 orang peminum dan dua pasangan mesum yang diamankan dari sejumlah lokasi yang berbeda.
“Sebanyak 10 peminum di lapangan Mataram dan 4 peminum di Jalan Majapahit Kelurahan Bendan, 1 minum di lapangan Jetayu dan 4 orang mesum di Pantaisari, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara,” kata Kasi Trantib Satpol PP Kota Pekalongan Sudarno, Jumat (27/6).
Dikatakan, 19 orang pelaku penyakit masyarakat itu diamankan pada Kamis (26/6) malam. Pihaknya menerjunkan tim untuk menyisir lokasi yang disinyalir digunakan sebagai tempat melakukan maksiat. “Semalam kami menurunkan regu untuk operasi pekat. Kita sisir daerah- daerah yang sering digunakan untuk perbuatan negatif. Yang tertangkap langsung kita amankan ke satpol,” ujarnya.
Pihaknya kemudian melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pelaku. Selain itu, juga berkoordinasi dengan kepolisian. “15 peminum langsung kita serahkan ke Polresta Pekalongan untuk ditindaklanjuti. Sedangkan 4 orang pelaku mesum diberikan pembinaan dan disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi dengan diketahui pihak kelurahan,” paparnya.
Menurutnya, dari 15 peminum yang terjaring hanya satu orang yang memiliki KTP Pekalongan. Sementara lainnya warga luar Pekalongan. “Mayoritas orang luar kota. Kita juga serahkan barang bukti sepeda motor dan ponsel. Kita serahkan ke polisi sebab jika ada yang menyangkut permasalahan hukum, bisa langsung dikenakan pidana yang berlaku,” jelasnya. Pihaknya berharap pelaku bisa dihukum agar jera, juga dikenai saksi yang berat. Jika selama ini hukumannya ringan tentu pelaku tidak jera untuk melakukannya kembali.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Yos Rosidi, mengaku, sebelum bulan Ramadhan pihaknya meningkatkan operasi pekat, meliputi operasi di wilayah yang rawan digunakan sebagai tempat asusila, prostitusi dan miras dan Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). “Selain itu juga Operasi Ketertiban Umum di tempat hiburan dan juga antisipasi petasan di Jetayu, serta pedagang kaki lima yang pasti membeludak menjelang lebaran,” pungkasnya. (han/ric)