JK Minta Restu Dimyati Rois – Habib Luthfi

643

KENDAL— Cawapres nomor urut dua, Jusuf Kalla Kamis (26/6) malam berkunjung ke kediaman KH Dimyati Rois di Kaliwungu. Kedatangan Jusuf Kalla tentu tidak lain untuk meminta dukungan dari kiai kharismatik Kaliwungu ini.
Kedatangan mantan wapres yang akrab disapa JK ini juga melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pernyataan yang melarang atau mengharamkan memilih pasangan Jokowi-JK. JK ke pondok pesantren Al Fadlu Wal Fadilah di Kampung Jagalan Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu disambut langsung Dimyati Rois. JK didampingi sejumlah pengurus partai pengusung pasangan nomor urut dua ini bertatap muka dan berdialog dengan pengasuh ponpes.
“Kedatangan saya ke kediaman Mbah Dim pertama untuk silaturahmi sekaligus meminta dukungan dari kiai di Kendal dan seluruh warga Kendal dan sekitarnya,” ujar JK. Pertemuannya dengan pengasuh ponpes yang berlangsung setengah jam ini tertutup bagi media.
Menanggapi perihal adanya larangan memilih dirinya sebagai cawapres maupun Jokowi sebagai capresnya menurutya tidak tepat. “Sebab tidak ada siapapun orang yang bisa menghukum orang dengan fatwa haram hanya karena masalah politik,” timpalnya.
Namun ia kembali menyerahkan penilaian dan larangan itu kepada masyarakat. Sebab menurutnya, siapapun orang yang membuat larangan tersebut akan kembali kepada dirinya. “Terkena sindiran sendiri di kemudian hari,” tegasnya. Kedatangan JK ke Kaliwungu juga disambut warga dengan berdesakan untuk bersalaman dengan cawapres pasangan Joko Widodo ini. Meski di bawah gerimis, Jusuf Kalla meladeni permintaan warga.
Tur silaturahmi JK juga mendatangi salah satu ulama kharismatik Pekalongan, Habib M Lutfhi bin Yahya, Jumat (27/6) pagi. Datang menggunakan helikopter dari Semarang bersama rombongannya, JK ditemani pengurus PKB Abdul Kadir Karding, serta salah satu tim suksesnya Soetrisno Bachir. “Saya kesini hanya bersilaturahmi dengan para ulama di Jateng salah satunya Habib Lutfhi. Saya juga sudah kenal lama. Minta doanya agar saya dapat kepercayaan dari rakyat bisa memimpin negeri ini,” ucapnya.
Kedatangan JK sejak pagi pukul 07.00 tanpa banyak kawalan seperti kedatangan Cawapres Hatta, satu Minggu sebelumnya. JK juga harus menunggu setengah jam lebih di ruang tamu untuk ditemui Habib Lutfhi.
Pertemuan berlangsung tertutup selama 15 menit. Awak media dilarang turut masuk ke dalam kediaman Habib. Setelah pertemuan selesai, JK keluar ruangan didampingi Habib. “Awas jangan jepret-jepret dan tulis sembarangan tentang pertemuan ini,” tegas Habib kepada awak media dengan nada tinggi. (bud/han/ric)