Pilih Melaut, 8.000 Nelayan Tak Nyoblos

321

PEKALONGAN – Sebanyak 8.000 nelayan di Kota Pekalongan kemungkinan besar tidak bisa ikut mencoblos saat Pilpres nanti. Pasalnya, lebih dari 27 kapal nelayan ukuran diatas 30 gross ton, Jumat (27/6) siang telah berangkat melaut hingga 2 bulan mendatang.
Membaiknya cuaca di perairan laut Jawa dan musim panen beberapa jenis ikan membuat nelayan bergairah untuk melaut. Terlebih harga ikan terus membaik. Kenaikan harga daging sapi dan ayam yang terus naik, membuat ikan laut menjadi pilihan masyarakat. Para nelayan, baru akan kembali seminggu sebelum hari raya Idul Fitri.
Mahmudin, 34, distributor es balok yang memasok kebutuhan es untuk nelayan mengungkapkan, bahwa sepekan terakhir, sekitar 1.000 balok es batu terjual dalam sehari. Menurutnya, es balok tersebut akan digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan. ”Sehari rata-rata seribu es balok terjual, bahkan bisa lebih, karena setiap kapal membutuhkan lebih dari 50 an es balok,” ungkap Mahmudin.
Tafsir, 53, warga Desa Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan mengatakan sebagian besar nelayan lebih memilih melaut dari pada ikut mencoblos. Menurutnya, selama hampir 3 bulan terakhir, nelayan sudah tidak melaut karena adanya cuaca buruk dan gelombang tinggi. ”Sebagian besar nelayan sudah tidak melaut 3 bulan, awal bulan Juni ini cuacanya sangat baik, dan merupaka bulan panen ikan, khususnya ikan layang. Kalau tidak melaut, nelayan akan rugi besar,” ungkap Tafsir, Jurumudi Kapal Bahari Mina Jaya, saat ditemui di Pelabuhan Kota Pekalongan.
Berdasarkan Surat Persetejuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh Kantor Pelabuhan Perikanan Nelayan Pekalongan (PPNP) Kota Pekalongan, diketahui sebanyak 27 kapal nelayan ukuran di atas 30 Grosston atau GT, sudah berangkat melaut sejak pertengahan Juni dan akan diikuti oleh puluhan kapal nelayan lainnya seiring kondisi cuaca di perairan laut Jawa yang sudah membaik.
Kasi Tata Operasional Kantor PPNP Kota Pekalongan Joko Irianto menjelaskan masing-masing kapal nelayan tersebut, membawa sekitar 30 hingga 60 anak buah kapal atau ABK, dan akan kembali, seminggu menjelang hari raya Idul Fitri atau dua bulan kemudian. ”Ada sekitar 150 an kapal nelayan yang akan melaut dan didominasi warga Kota Pekalongan. Sehingga, sekitar delapan ribu lebih nelayan diperkirakan masih berada di laut, saat pelaksanaan Pilpres nanti,” jelas Joko Irianto.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan, Basir menegaskan, nelayan masih bisa menggunakan hak pilihnya, pada saat pelaksanaan Pilpres nanti, ketika berlabuh di suatu daerah. Menurutnya, para nelayan bisa langsung datang ke KPU Kota Pekalongan, untuk meminta formulir A5. “Syaratnya hanya menunjukkan formulir C6, jika tidak punya C6, maka bisa menggunakan KTP masing-masing. Jangan sia-siakan hak pilih,” tegas Basir. (thd/ric)