Ratusan Rumah Rusak

314

Disapu Angin Lisus

TEMANGGUNG – Setelah dilanda kepanikan akibat angin puting beliung, Jumat (27/6) kemarin, warga Kebonsari Kecamatan Temanggung dibantu aparat TNI mulai berbenah. Mereka kerja bakti membersihkan sisa-sisa material akibat terjangan angin lisus Kamis (26/6) sore.
Sejumlah pohon di pinggir jalan juga dipangkas agar tidak membahayakan pengguna jalan. Angin kencang disertai hujan deras Kamis sore yang menerjang pemukiman warga menimbulkan suasana mencekam.
Angin kencang menerbangkan genting rumah, seng dan menyapu material rumah lainnya. Lalu lintas dari Temanggung menuju Parakan melewati Bulu macet karena ada pohon tumbang. Jalur akhirnya dialihkan melewati pemukiman warga Kebonsari kemudian ke Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Dr Sutomo.
“Semula hujan deras disertai petir, tiba-tiba terjadi angin lisus kencang sekali. Tak berapa lama, lampu padam. Jadi suasana cukup mencekam ,” ujar Rega Bagus, warga RW 1 Kelurahan Kebonsari kemarin yang rumahnya menjadi korban terjangan angin namun tidak terlalu parah.
Sapuan angin yang keras membuat gudang mebel nyaris ambruk. Tiang telepon juga hampir roboh karena terjangan angin yang datang mendadak tersebut. Warga lain Rosin, 50, mengaku sempat panik karena suara angin berisik sangat keras. “Lampu juga padam. Saya di rumah berdua dengan anak sempat takut. Mau keluar rumah, tapi hujan deras,” tuturnya.
Angin puting beliung Kamis sore juga menerjang Sukowangi, Joho, dan Gilingsari. Akibat peristiwa itu ratusan rumah mengalami rusak. Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Eko Suprapto, mengatakan, laporan  sementara lebih dari 200 rumah di sejumlah kelurahan itu mengalami kerusakan.
Pada hari yang sama juga terjadi tanah longsor yang menyebabkan satu rumah ambruk di Desa Banaran. Rumah milik Kamlan, 55, terkena longsoran talut pada Kamis malam. Ruang tamu dan kamar tidur serta teras rumah hancur. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (lis/jpnn)