Banyak Kampanye Penyusupan

356

MUNGKID– Dalam masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini, banyak cara merebut hati masyarakat dengan kurang etis. Selain black campaign ada juga penyusupan untuk membangun kesan dukungan ke salah satu capres.     
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, Abdul Kadir Karding, kemarin. Salah satunya dia melihat adanya perpindahan kader yang mengaku PDI Perjuangan kemudian berpindah mendukung Prabowo-Hatta di Tegalrejo Kabupaten Magelang. “Seperti itu kampanye model penyusupan,” kata dia.       
Padahal, lanjut Karding, dari hasil penyelidikan timnya, sejumlah orang yang mengaku kader PDIP itu tidak benar. “Mereka bukan kader PDI P karena tidak punya KTA,” ungkap Karding.          
Menurut Karding isu tersebut sengaja dihembuskan untuk membangun opini bahwa pendukung Jokowi-JK lari dan tidak diurus. “Tim kami di Magelang sudah melakukan penyelidikan. Mereka bukan kader PDIP. Ini susupan lawan,” kata Karding seusai mengisi sosialisasi empat pilar.     
Menurut Karding para kader PDIP dan PKB tetap solid mendukung pemenangan Jokowi-JK dalam pilpres 9 Juli nanti. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin nasional tidak atas provokasi dan fitnah. “Kami yakin Jokowi-JK akan menjadi pilihan hati masyarakat. Kami percaya leading 65 persen di Jawa Tengah,” kata dia.         
Seperti diketahui, ratusan kader PDIP Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang mencopot kaus bergambar Jokowi-JK dan menggantinya dengan kaus Prabowo-Hatta. Mereka mengaku mengalihkan dukungan ke Prabowo setelah mempelajari visi dan misi kedua capres.       
“Pada pileg kami mencoblos PDIP namun kami kecewa kepada Jokowi karena melakukan kebohongan publik. Kami menyatakan mendukung Prabowo Subianto menjadi presiden,” tegas Suroso, kader PDIP asal Kecamatan Tegalrejo. Pencopotan ini dilakukan di atas panggung dan disaksikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo serta ribuan pendukung Prabowo. (vie/lis)