Foodcourt Mangkrak Jadi Rebutan

301

KAJEN-Gedung foodcourt atau pusat jajanan khas Pekalongan di Dukuh Gemek, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, yang sudah dua tahun mangkrak, kini diperebutkan warga sekitar. Dalihnya, gedung yang tidak digunakan akan semakin rusak dan kotor. Apalagi, kini telah beralih fungsi sebagai tempat tidur anak gelandangan dan tempat mesum saat malam hari
Sedangkan dalam pantauan Koran ini, sebagian atap gedung foodcourt mulai rusak, ruang masak dan ruang saji, kotor dan bau. Meski area sekitar foodcourt sudah diperbaiki, buruknya saluran air menyebabkan terjadinya genangan air. Terlebih jika hujan turun.
Sekretaris Persatuan Paguyuban Pedagang Kaki Lima, Dukuh Gemek, Andy, mengungkapkan bahwa banyak pedagang kaki lima yang ingin menggunakan gedung foodcourt tersebut. Namun, dari pihak Pemkab Pekalongan hingga saat ini, belum menyerahkan kepada pengelola. Akibatnya, kondisi gedung foodcourt menjadi semakin rusak.
Saat ini, katanya, warga dan pedagang kaki lima mulai saling mengklaim tempat, dengan membuat garis dan patok pada dalam gedung foodcourt tersebut. ”Kami minta ketegasan Pemkab Pekalongan, kapan gedung foodcourt akan diserahkan kepada pengelola, agar tidak mangkrak dan rusak,” ungkap Andy, Senin (30/6) siang kemarin.
Ditegaskan Andy, pihaknya sudah berulang kali menemui pihak pengelola. Namun pihak pengelola, melarang menggunakan gedung foodcourt dengan alasan izin pemakaian gedung belum turun. Menurutnya, area sekitar foodcourt di Dukuh Gemek, Kelurahan Kedungwuni, saat ini mulai ramai. Hanya gedung foodcourt itu saha yang mangkrak dan tidak digunakan. ”Gedung foodcourt itu sudah mangkrak 2 tahun,” tandas Andy.
Kasi Ketertiban Umum, Kantor Kecamatan Kedungwuni, Ghufron, menandaskan bahwa dengan mangkraknya bangunan kuliner atau arena foodcourt, memang kerap digunakan ajang mesum pasangan muda-mudi. ”Dalam enam bulan terakhir saja, pihak Trantib Kecamatan sudah menangkap lebih dari 3 pasangan mesum di lokasi foodcourt tersebut,” tandas Ghufron.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kabupaten pekalongan, Bambang Iryanto, menuturkan bahwa pembangunan area foodcourt menggunakan APBN tahun 2012 sudah selesai sejak Desember tahun lalu. Menurutnya, bangunan tersebut belum diserahterimakan, karena masih menunggu proses serah terima dari pemerintah pusat.
Namun jika kondisinya banyak yang rusak, pihaknya akan memberikan kajian evaluasi kepada pemerintah pusat. ”Dananya Rp 4,5 miliar dari APBN tahun 2012. Yang mengerjakan juga langsung dari Jakarta PT Belaco. Kami hanya menerima saja dan menyediakan lokasi,” tutur Bambang. (thd/ida)