Harusnya Diberi Dana Pemeliharaan

278

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang seharusnya lebih memperhatikan bangunan tua yang mangkrak dan tak terurus yang tersebar di jalan protokol Kota Semarang. Selain itu, Pemkot juga seharusnya memberikan bantuan berupa dana pemeliharaan bangunan-bangunan kota yang memiliki kontribusi bagi pemerintah kota sendiri.
Hal tersebut ditegaskan Guru Besar di bidang Tata Kota, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Eko Budihardjo. ”Dulu saya pernah meminta wali kota agar bangunan-bangunan tua yang bersejarah ditarik oleh pemkot agar dapat terawat,” kata pria kelahiran Purbalingga 9 Juni 1944 ini saat ditemui Radar Semarang, Sabtu (28/6).
Eko juga mengatakan bahwa bantuan pemeliharaan tersebut nantinya akan menjadi stimulus. Harapannya, bangunan yang memiliki nilai sejarah tersebut, dapat menjadi magnet wisatawan yang datang ke Kota Semarang. ”Kota yang baik adalah kota yang dapat menyuguhkan sejarah kota dari waktu ke waktu,” kata Eko.
Ketua Forum Rektor era 2000 hingga 2002 ini menambahkan, dalam hal ini Pemkot Semarang juga berhak memberikan sanksi kepada pemilik lahan yang memiliki bangunan, namun menelantarkannya.
”Kalau tidak ditindak tegas, pembangunan akan terus berjalan seenaknya, tanpa memperhatikan aspek-aspek lain. Toh dari beberapa bangunan tersebut juga ada yang mangkrak,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang ini.
Menurutnya, kota merupakan produk sosiokultural. Perilaku dan gaya hidup manusia yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu, sejalan dengan perubahan situasi dan kondisi penduduknya. ”Oleh karena itulah, bangunan-bangunan lama seperti Kota Lama, maupun bangunan yang lain yang memiliki nilai sejarah dan berpotensi mendatangkan pendapatan untuk Kota Semarang, harus diperhatikan. Tidak dibiarkan terbengkalai dan tidak terurus,” kata alumnus Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) era 1969 ini. (mg1/ida/ce1)