Jateng Genjot 72 Produk Unggulan

302

SEMARANG – Berbagai upaya terus digencarkan pengusaha di kelompok usaka mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna menghadapi persaingan pasar global. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas serta menambah kuantitas produk unggulan daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, tiap kabupaten/kota di Jawa Tengah setidaknya harus memiliki produk unggulan yang bisa dijual. Berbagai komoditas unggulan yang berpotensi tersebut diharapkan bisa dipasarkan baik di lokal, nasional maupun internasional. “Pasar kita cukup bagus, mulai dari pasar domestik hingga internasional. Masing-masing produk unggulan tersebut tentu berpotensi untuk menembus baik lokal maupun internasional. Tergantung kebutuhan,” ujarnya, kemarin.
Karena itu, ujarnya, Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah terus mendorong perkembangan produk unggulan daerah di provinsi tersebut. Per tahun pihaknya menargetkan ada 35 jenis produk baru dalam program one village one product (OVOP).
Sejak dicanangkan beberapa tahun lalu di Jateng sendiri sekarang sudah memiliki 72 produk unggulan yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Produknya antara lain, batik, tenun, lurik, kerajinan dari berbagai bahan baku, produk pertanian, dan kuliner. “Kami terus dorong dan tumbuh kembangkan OVOP agar ada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya. Di antaranya dengan memberikan pinjaman modal bagi para pelaku usaha, memfasilitasi pameran, membuka akses pemasaran ke luar, serta memberi pelatihan. “Hal ini terus kami upayakan, guna meningkatkan kulitas produk sehingga lebih dapat bersaing,”ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM juga akan memperingati Hari Koperasi ke 67 di bulan Juli mendatang. Sejumlah kegiatan akan digelar dan diawali dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal yang dilakukan, baru-baru ini. (dna/smu)