Kembangkan Kerjasama Wisata Kedungsepur

395

Wacana kerjasama pengembangan destinasi dan promosi pariwisata bersama di wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur) siap dilaksanakan. Bahkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi siap menjadi tenaga pemasar dan promosi wisata demi mengundang datangnya wisatawan yang lebih banyak.
“Kami membuka diri dengan salah satunya mengundang biro wisata dari kota lain kesini. Tujuannnya agar bisa mempromosikan wisata yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya,“ katanya saat menyambut kedatangan puluhan biro wisata dari Bali, Jakarta, Bandung dan Surabaya, Rabu (25/6) dalam Family Trip (Famtrip) di Rumah Dinas Wali Kota.
Dijelaskan, sebagai kota yang tua dan memiliki bangunan bersejarah, Semarang mempunyai potensi yang besar dan pilihan wisata yang yang sangat lengkap. Seluruh potensi yang ada siap dikemas dan ditawarkan kepada wisatawan. “Memang kita tidak dapat mengejar jumlah wisatawan di Bali yang jumlahnya sudah mencapai jutaan, tapi setidaknya kita dapat belajar dan menambah jumlah angka kunjungan ke Semarang dan sekitarnya. Pihak lain pun harus ikut berpartisipasi terutama perhotelan,” ujarnya.
Ketua Badan Promosi Wisata Bali I Ketut Ardana mengaku jika Semarang mempunyai potensi yang besar dan sangat bagus bila dipasarkan ke wisatawan luar. Hanya saja beberapa kemasan masih perlu diperbaiki dan dikembangkan. “Saya melihat sudah sangat baik, potensinya luar biasa. Perlu kemasan yang lebih menjual dan kami siap membantu,” tandasnya.
Sebelumnya, para peserta Famtrip sudah diajak berkeliling Kota Lama dan kawasan Pecinan untuk melihat dari dekat potensi wisata ini. Peserta juga diajak mengunjungi klenteng Sam Po Kong dan Desa Wisata Kandri.
Kasi Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng, Prambudi Trajutrisno mengatakan selama ini wisatawan yang datang ke wilayah Kedungsepur belum tersebar secara merata. Kota Semarang dan Kabupaten Semarang masih menjadi magnet utama dan wilayah lainnya lebih menjadi perlintasan. “Hal ini diantaranya disebabkan promosi pariwisata yang belum terpadu. Saat ini dalam pembangunan kewilayahan Kedungsepur sudah ada kesepakatan diantara kabupaten/kota untuk mengembangkan wisata bersama,” ujarnya. (den/ric)