Korupsi DTT, Kejati Serahkan Polda



505

PLEBURAN–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah akan menyerahkan proses penyidikan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jateng atas kasus korupsi Dana Tak Tersangka (DTT) pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Kasus tersebut merupakan perkembangan dari perkara dugaan korupsi penyertaan modal APBD Rembang tahun 2006 pada PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) dengan terdakwa Bupati Rembang (nonaktif) Moch Salim.
“Jika memang ada keterlibatan pihak lain, Polda yang menindaklanjutinya. Karena awalnya berkas perkara dari sana,” ungkap Kepala Kejati Jateng, Babul Khoir Harahap kepada wartawan, kemarin.
Lebih lanjut, Babul menjelaskan bahwa perkara tersebut menjadi kewenangan Polda. Pihaknya hanya menerima pelimpahan dan menangani penuntutan. Meski begitu, pihaknya akan terus mengikuti perkembangannya. “Jika berkas sudah P-21 (lengkap), maka siap diadu di persidangan,” imbuhnya.
Disinggung sikap Kejati terhadap vonis yang diberikan kepada Bupati Rembang (nonaktif) Moch Salim beberapa waktu lalu, Babul menegaskan masih dalam upaya pikir-pikir. Apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau tidak. “Waktunya dalam 7 hari. Itu juga kewenangan jaksa, saya hanya menyetujui,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Rabu (25/6) lalu majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun serta membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara terhadap Salim. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jawa Tengah yang menuntut pidana penjara 2 tahun 6 bulan serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan.
Dalam persidangan, Salim berkali-kali menyebut mantan Kabag Perekonomian Waluyo dan Mantan Kabag Keuangan, Maskuri. Saat melakukan pencairan modal sebesar Rp 25 miliar dari pos DTT, Salim memerintahkan keduanya untuk mentransfer ke rekeningnya. Atas perintah tersebut, Salim dinilai bertentangan dengan Permendagri nomor 29/2002 tentang pedoman pengelolaan dan pengawasan keuangan daerah. Waluyo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng. Sedangkan Maskuri masih menunggu salinan putusan dari pengadilan terkait perkara Salim. (fai/ida)