Padusan, Kalibening Diserbu Pengunjung

310

MUNGKID – Padusan merupakan tradisi yang hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat dalam menyambut bulan puasa. Tepat sehari sebelum puasa, Taman Air Kalibening di Desa Payaman Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ramai dikunjungi masyarakat yang ingin padusan. Sabtu (28/6) lalu sekitar 1000 pengunjung memadati taman air itu.
Menurut Human Resources Development Taman Air Klibening Inda Nugraha, pengunjung melampaui target. “Sebenarnya target hari ini (Sabtu, Red) 1000 pengunjung, namun hingga pukul 15.00 sore sudah lebih dari 1000 pengunjung. Dibanding dengan hari Jumat (26/6) hanya sekitar 100 pengunjung saja,” katanya.
Pihaknya tidak menaikan harga tiket. Pengunjung dengan tinggi badan (TB) mulai 80 cm ke atas diharuskan membeli tiket. “Tidak ada kenaikan harga tiket, karena kami juga tidak menyediakan fasilitas tambahan dan acara tambahan misalnya hiburan musik atau yang lainnya. Harga tetap sama seperti biasa Rp 10.000/tiket,” ujarnya.
Kepada Radar Kedu Inda menyebutkan, di taman air ini ada 7 kolam. Empat kolam di antaranya dipakai untuk renang, 1 kolam mata air, 1 kolam buangan dan 1 kolam VIP yang sudah berkeramik bisa dipakai untuk renang. Ia menyebutkan, kedalaman kolam anak-anak 60 cm, untuk dewasa mulai dari 80-160 cm, sedangkan kolam yang ada pancurannya kedalamannya 40 cm.
“Setiap kolam sudah ada penjaganya, tugasnya untuk mengawasi jika terjadi sesuatu misal ada yang tenggelam atau terpeleset. Total ada 15 karyawan, yang 3 berjaga di tiket dan pintu masuk, sisanya untuk menjaga kolam,” imbuhnya.
Menurutnya, pengunjung padusan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu yang kurang dari 1000 pengunjung. “Banyak yang datang ke sini karena fasilitas kami cukup lengkap. Ada slider boom dan ember tumpah,” tuturnya.
Untuk perawatan slider boom dan ember tumpah tiga bulan sekali. Untuk pembersihan mendatang jatuh pada bulan Juli sehingga saat liburan Lebaran, sudah bersih.
Salah seorang pengunjung Nurul Fajriah, 47, warga Kampung Ganten,  Kelurahan Jurangombo, Kecamatan Magelang Selatan mengatakan ember tumpah adalah sisi menarik dari taman air ini. “Tiap tahun padusan di sini sama anak dan suami. Anak saya senang dengan ember tumpahnya,” terangnya.
Nurul menilai, pelayanan sudah cukup bagus. “Karyawannya santun dan ramah, jadi jauh-jauh datang ke sini dilayani dengan baik,” akunya.
Namun menurut Nurul, ada yang harus diperbaiki dari segi perwatan. Misalnya saja soal lumut-lumut yang mulai banyak terlihat. “Lebih bagus kalau lumutnya tidak ada. Lebih diperketat pengamanannya, walau saya rasa sudah cukup bagus, tapi alangkah lebih baik jika ditingkatkan lagi pengawasannya,” paparnya kepada Radar Kedu.
Sedangkan Alvi Rizki Ramandanti, 13, warga Kampung Panjangan, Kelurahan Kramat Selatan,  Magelang, mengakui baru pertama kali padusan di Taman Air Kalibening. Siswi SMP ini menilai tempat ini memiliki fasilitas lebih lengkap. “Aku ke sini sama ayah sama adik, ternyata memang seru dan mengasyikkan, mungkin aku akan sering ke sini setelah lebaran,” ungkapnya. (mg4/lis)