Pasar Darurat Hewan di Kranggan

419

TEMANGGUNG–Pemerintah Kabupaten Temanggung akhirnya memilih lokasi di tanah eks bengkok Kelurahan Kranggan untuk pasar hewan darurat. Sebelumnya, pemkab telah memilih untuk menggunakan tanah eks bengkok di Kelurahan Walitelon, Kecamatan Temanggung. Pembangunan sendiri telah dimulai sejak akhir pekan kemarin.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Slamet Sariyono, mengatakan, penggunaan tanah eks bengkok kelurahan Kranggan merupakan pilihan yang strategis. Di samping lokasinya yang cukup mudah untuk dijangkau kendaraan, luasan lahan juga cukup mampu menampung banyak kebutuhan lalu lintas ternak. “Sudah kita peletakan batu pertama pada Jumat kemarin,” katanya.
Ia mengatakan, luasan lahan eks bengkok Kelurahan Kranggan tersebut tidak akan dibangun sebagai pasar permanen, tetapi sifatnya sebagai pasar darurat mengharuskan untuk tidak mendirikan bangunan permanen sebagaimana umumnya bangunan pasar. “Ini sifatnya pasar darurat,” katanya.
Ia menjelaskan, lokasi lahan pasar berada di samping Gedung Balai Penyuluh Pertanian. Diproyeksikan, pasar darurat tersebut mampu menampung 250 ekor kamping dan puluhan ternak besar seperti sapi dan kerbau. Untuk kepentingan lalu lintas, lahan yang ada mampu menampung 100 mobil dan 100 sepeda motor.
Bupati Temanggung, Bambang Sukarno dalam sambutannya berharap pembangunan pasar hewan darurat senantiasa mendapat berkah dari Tuhan sehingga  bisa berjalan lancar tepat waktu dan tepat mutu. Pembangunan tersebut  dilakukan karena pasar hewan lama yang ada di tepi Kali Progo akan dibangun ruang terbuka hijau setelah Lebaran mulai dibangun. Namun demikian sebelum pasar darurat selesai dibangun, pedagang masih bisa bertransaksi di pasar lama.
“Jika pembangunan pasar sudah selesai, maka para pedagang langsung bisa memanfaatkan untuk berdagang. Sedang pasar hewan lama yang ada di tepi Kali Progo selanjutnya akan dibangun ruang terbuka hijau,” tandasnya. (zah/lis)