Perguruan Tinggi Bermutu

323

Undang-undang Dasar 1945 pasal 28C menyatakan bahwa warga negara Indonesia berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat ilmu pengetahuan dan mendapat manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Berdasar Undang-undang ini maka saat ini merupakan kesempatan bagi entitas untuk berusaha memberikan berbagai layanan dalam bidang mendidikan dari mulai tingkat pemula, sekolah dasar sampai ke sekolah menengah atas bahkan perguruan tinggi. Terkhusus untuk Perguruan Tinggi berlomba menyediakan berbagai layanan dan produk pendidikan dalam bentuk fakultas dan progdi yang beragam, siap menampung kreativitas dalam bentuk peminatan terhadap suatu bidang ilmu tertentu.
Melihat bahwa pendidikan merupakan bisnis yang tidak pernah berhenti atau mati, saat ini banyak entitas yang mulai melihat peluang ini dan mulai mendirikan Perguruan Tingg Swasta. Melihat fenomena ini Penerintah mengeluarkan aturan tentang Pendidikan Tinggi sebagai acuan dan dasar bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dalam UU Nomer 20 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat (2) menyatakan bahwa Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional.
Lembaga pendidikan tidak bisa disamakan dengan institusi manufaktur maupun jasa lainnya karena lembaga pendidikan adalah salah satu bentuk institusi yang sukar diukur secara singkat dan tidak dapat dilihat langsung hasilnya. Dalam lembaga pendidikan lebih ditekankan pada proses yang dijamin mutunya dalam bidang administrasi dan akademik dalam perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian misi dan visi institusi untuk dapat dikatakan sebagai institusi pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan stakeholder (mahasiswa,orang tua, dunia kerja, dan pihak lain yang berkepentingan). Stakeholder secara khusus adalah setiap individu atau unit yang medapat pelayanan dalam proses produksi pembelajaran dan proses pelayanan.
Dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-PT) berdasar UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan bahwa mutu perguruan tinggi adalah kesesuaian antara penyelenggaraan perguruan tinggi dengan SNP dan Standar Pendidikan Tinggi. SPM terbagi menjadi dua, Sisitem Penjaminan Mutu Ekaternal (SPME) dan Internal (SPMI). SPME dilaksanakan oleh badan akreditasi negara yang ditunjuk untuk menilai dan menetukan kelayakan atas dasar kriteria yang mengacu pada Standart Nasional Perguruan Tinggi. Sedangkan SPMI adalah kegiatan sistemik SPM-PT oleh perguruan Tinggi secara otonom dan berkelanjutan. SPMI harus dirancang untuk memenuhi standar perguruan tinggi dalam pasal 54 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Yang berisi Standart Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan Prasarana, Pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan yang semua itu diejawantahkan dalam borang untuk Standar Akreditasi Program Studi.
Kegiatan penjaminan mutu internal harus secara berkelanjutan dilaksanakan karena kemampuan institusi untuk secara konsisten menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku yang bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sisitem yang efektif dan proses perbaikan berkelanjutan dari sistem dan jaminan keseuaian terhadap persyaratan pelanggan. Proses Plan, Do, Check, dan Action adalah kunci utama dalam ISO yang terkandung dalam setiap klausul didalamnya. Keuntungan dari penggunaan ISO dalam program SPMI ini adalah kesesuaian proses manajemen akademik yang dicatatkan dalam setiap dokumen mutu ISO harus sama dengan pelaksanaan. Dan ini harus diaudit secara berkala. Kerugiannya adalah waktu dan sumber daya yang harus dikeluarkan dalam melakukan proses monitoring secara berkala. Namun kerugian ini tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan. Karena setiap dokumen yang disusun memberikan panduan tentang seluruh prosedur yang berkualitas dan selalu di up-date serta dikendalikan.
Salah satu institusi yang menggunakan ISO 9001:2008 adalah Unika Soegijapranata yang memiliki Lembaga Penjaminan mutu yang mampu mengawinkan klausul ISO dengan Standar Akreditasi Nasional sehingga dalam setiap auditnya dilakukan tidak hanya mengevaluasi pelaksanaan plan-do-check-action dari ISO tetapi juga data akreditasi. Sehingga pada saat masa persiapan akreditasi setiap progdi sudah siap dan tidak mengalami kesulitan. Sehingga progdi mampu mempertahankan predikat A dalam akreditasinya. Hal ini meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap proses akademik di Unika Soegijapranata. Terbukti dengan beberapa instansi yang bekerja sama dengan Unika Soegijapranata untuk menjadi pemasok SDM dari lulusan yang dihasilkan. (*)