Ratusan Pencari Formulir A5 Kecewa

339

SEKAYU – Ratusan masyarakat perantau yang memiliki hak pilih terancam masuk dalam golongan putih (golput) alias tidak mencoblos saat pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Pasalnya mereka tidak bisa mendapatkan formulir A5 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang karena terlambat mengurusnya.
Mereka yang secara bergelombang mendatangi kantor KPU terpaksa harus gigit jari, karena pelayanan formulir A5 telah ditutup pada 29 Juni lalu. ”Saya tidak tahu kalau ternyata sudah ditutup, tentu saya jadi kecewa, saya ingin berpartisipasi di pilpres,” kata Aditya, salah satu orang yang hendak mengurus formulir pindah memilih di KPU, Senin (30/6).
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Medan ini kemarin siang mendatangi kantor KPU bersama 5 orang temannya. Mereka bermaksud mengurus formulir A5 langsung ke KPU. Namun, setelah sampai di kantor KPU niatnya tersebut ditolak petugas karena batas akhir pengurusan formulir A5 sudah ditutup. Karena kecewa, dia dan 5 temannya lantas pergi meninggalkan kantor KPU.
KPU Kota Semarang akhirnya memasang pengumuman perihal telah ditutupnya pelayanan formulir A5 di tembok kantor. Hingga masa penutupan pelayanan formulir A5 tercatat ada 4.337 pemilih yang pindah TPS. Mereka nantinya akan di distribusikan ke TPS-TPS yang masih memungkinkan menampungnya. 
”Sementara untuk warga yang tetap akan mengurus formulir A5, kami sarankan supaya mereka mengurus di tempat asalnya masing-masing,” kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono. KPU juga mensyaratkan mereka yang akan menggunakan formulir A5 dari daerahnya masing-masing, supaya memberitahukan ke PPS yang dituju maksimal 3 hari sebelum hari pencoblosan.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, warga yang tidak sempat mengurus formulir A5 sebenarnya masih bisa menggunakan hak pilihnya. Yaitu cukup menunjukkan KTP dan fotokopi kartu keluarga pada saat mau mencoblos di TPS. Hal itu tercantum dalam peraturan pemilihan umum presiden dan wakil presiden. ”Ini berlaku juga untuk mahasiswa dari luar daerah yang mau mencoblos di Kota Semarang,” kata Supriyadi. (zal/ton/ce1)