Urung Terapkan Pasal Tipikor

360

Kasus Penipuan Bupati Sragen
 
PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng tetap menerapkan pasal penipuan untuk menjerat Bupati Sragen Agus Fatchurrahman. Agus telah dijadikan tersangka dugaan penipuan dengan korban Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo, Agus Bambang Haryanto. Sebelumnya muncul wacana untuk menjerat orang nomor satu di Kabupaten Sragen itu dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
”Tidak ada perubahan pasal,” tegas Kepala Kejati Babul Khoir Harahap menyusul adanya wacana perubahan jeratan terhadap yang bersangkutan pasca dikembalikannya berkas perkara kepada penyidik Polda Jateng.
Babul menambahkan, pengembalian berkas perkara ke Polda lantaran berkas tersebut belum lengkap. Saat ini masih dalam tahap pemberkasan untuk selanjutnya kembali dilimpahkan ke Kejati. ”Jika sudah dilimpahkan, selanjutnya akan kami ekspos untuk diteliti,” imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, Wakil Kepala Kejati Jateng Ali Mukartono menjelaskan, mengubah pasal dalam penyidikan kasus tindak pidana umum ke tindak pidana korupsi sangat dimungkinkan. Misalnya dalam penyidikan diketahui kapan yang bersangkutan menerima uang, apakah saat menjadi bupati atau belum. ”Meski begitu, sejauh ini belum ada perubahan. Baru ada petunjuk ke penyidik untuk selanjutnya berkesimpulan,” ungkapnya.
Atas hal tersebut, Muhammad Taufik selaku kuasa hukum pelapor Agus Bambang Haryanto, menyatakan telah menduga adanya upaya pembelokan substansi kasus ke ranah tipikor kategori suap. Atas hal itu, ia berencana mengadukan Kejati Jateng kepada Komisi Kejaksaan. ”Jika jeratan pasal diubah menjadi tindak pidana penyuapan, nantinya pemberi dan penerima sama-sama akan menjadi tersangka,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada 7 Maret 2013 lalu, Agus Fatchurrahman dilaporkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo, Agus Bambang Haryanto ke Polda Jateng. Laporan tersebut terkait kekecewaan Bambang karena batal menjadi Sekda Kabupaten Sragen sebagaimana dijanjikan Agus.
Bambang mengaku sudah memberi uang Rp 800 juta sebagai bentuk bantuan untuk pemenangan Agus pada Pemilihan Kepala Daerah 2011. (fai/ric/ce1)