Warga Desak Pemerintah Atur Ulang Bangjo

274

SALATIGA—Para pengguna lalulintas yang melewati Kota Salatiga, banyak yang mengeluhkan manajemen traffic light (bangjo) dalam kota. Pasalnya, lampu tersebut justru menyebabkan sumber kemacetan.
Beberapa titik bangjo yang dipermasalahkan adalah yang di ujung Jalan Ahmad Yani (pertigaan Perca) dan perempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kecandran. Bangjo di Jalan A Yani kerap menyebabkan antrean panjang arus lalulintas, karena adanya pengalihan arus dari Jalan Veteran yang sedang dibetonisasi.
Sedangkan Perempatan Kecandran kerap ditemui adanya penumpukan arus dari arah Solo yang panjangnya mencapai ratusan meter. Hal itu mengurangi kenyamanan para pengguna lalu lintas.
“Ini sangat mengganggu. Ironisnya, yang menyebabkan antrean panjang justru lampu traffic light-nya. Seharusnya lampu merahnya lebih pendek waktunya, karena arus lalulintas cukup padat. Dinas terkait harus menata ulang waktunya,” jelas Bambang Kristinanto, 50, warga Sukoharjo saat melintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS), kemarin.
Hal senada diungkapkan Budi, 36, warga Kabupaten Semarang yang kerap melintas di Jalan A Yani. Menurutnya, harus ada penataan manajemen waktu traffic light agar tidak ada kemacetan jalan. “Dengan adanya pengalihan arus, seharusnya traffic light diatur ulang dengan lebih menyesuaikan kepadatan arus lalulintas,” harap dia.
Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Kepala Dishubkombudpar, Adi Suprapto melalui Kabag Humas Adi Setiarso, menyatakan bahwa penumpukan arus lalulintas akibat perbaikan jalan di Pasar Sapi dan pengalihan jalur. ”Dishubkombudpar telah melakukan rekayasa lalulintas dengan melakukan koordinasi dengan Polres,” terang Adi Setiarso, kemarin.
Hal sama juga terjadi di bangjo Perempatan Kecandran. Adi menuturkan jika di JLS tengah akan diatur, agar lampu hijau menyala lebih lama dari arah Solo. “Namun demikian, di lapangan terus dipantau dan dievaluasi, agar lalu lintas tetap lancar,” janji Adi. (sas/ida)