Berpuasa Latihan Tetap Jalan Terus

283

Aktivitas Para Pemain Persitema Temanggung Saat Ramadan

Menjadi olahragawan, kondisi fisik harus terus terjaga agar tetap berada pada performa optimal. Para pemain Persitema Temanggung, tetap berlatih meskipun menjalankan ibadah puasa.

ABAZ ZAHROTIEN, Temanggung
 
Cahaya matahari sore cukup tajam menyinari kawasan Stadion Bhumi Phala Temanggung. Teriknya matahari tidak mampu menghentikan semangat anak-anak Persitema Temanggung yang tengah berlari kecil keliling lapangan. Mereka tetap semangat seolah sedang tidak berada pada posisi lapar dan dahaga di tengah kondisinya yang berpuasa.
Usai berlari keliling, game-game kecil dimainkan di bawah arsitek Yopi Riwoe. Game yang mengolah ketangkasan dan konsentrasi tersebut juga dengan penuh semangat barisan prajurit Laskar Bambu Runcing untuk memainkannya. Sela tawa mewarnai dalam game tersebut. “Kondisi puasa itu bagus untuk melatih konsentrasi,” kata sang pelatih, Yopi Riwoe.
Kondisi perut yang lapar dan fisik yang berkurang tenaganya, posisinya hampir sama dengan posisi ketika sedang kelelahan bermain. Kondisi fisik yang sedang dalam performa tidak optimal, lapar dan lelah, konsentrasi menurun. Pelatihan yang dilakukan pada konsentrasi menurun akan melatih insting lebih kuat. “Bagaimana cara dalam kondisi lemah tersebut, pemain tetap tidak hilang konsentrasinya,” papar Yopi.
Melatih konsentrasi saat kondisi fisik turun dinilai momen yang tepat. Sebab, setiap kali latihan diselenggarakan, biasanya kondisi fisik masih prima dengan semangat yang tinggi. Performa optimal saat latihan biasanya, sulit akan mencapai pelatihan konsentrasi pada saat fisik mengalami kelelahan. “Di sini kita mendapatkan momen tepat, saat pemain konsentrasi menurun, kondisi lemah, kita memainkan mereka untuk tetap menjaga konsentrasi,” tambahnya.
Konsentrasi dalam pertandingan merupakan kunci dari pertandingan. Seringkali, setiap kondisi fisik lemah, para pemain justru bermain dengan tidak mengindahkan strategi dan cenderung bermain sendiri dan mengurangi kolektifitas pertandingan. “Biasanya mereka kalau sudah lelah, konsentrasi turun dan semangat lemah,” katanya.
Untuk itu, Yopi merancang pelatihan dengan begitu apik saat Ramadan ini. Selain tetap harus menjaga performa optimal anak-anak asuhnya. Ia juga harus menjaga kondisi fisiknya agar tidak berkurang setelah Ramadan usai. “Biasanya Ramadan libur total untuk latihan. Di sini kita tidak, kita coba olah mereka dengan tetap latihan,” katanya.
Ia menjelaskan, pola latihan yang diterapkan tidak seberat latihan-latihan pada waktu biasanya. Pelatih tetap memperhatikan kondisi para pemain. Game-game berat dan trial game dikurangi porsinya karena dinilai terlalu akan membuat pemain lelah. “Sifatnya hanya maintenance saja,” katanya.
Dijelaskan, latihan-latihan tersebut digelar dua kali dalam satu minggu. Pelatihan fokus pada strategi pertandingan dan game-game. Untuk bermain trial game, mereka hanya latihan kecil dengan porsi waktu yang tidak pendek. “Nanti kalau mereka tidak latihan, mereka jadi malas kalau latihan lagi, padahal kita punya PR yang banyak,” tambahnya.
Manajer Persitema Temanggung, Yunianto, menambahkan, pihaknya berharap meskipun Ramadan para anak-anak asuhnya tetap dapat berlatih dengan optimal. Menurutnya, pertandingan setelah Idul Fitri mendatang adalah pertandingan yang sangat berat yang menentukan nasib Persitema selanjutnya. “Kita harus menyelesaikan Divisi Utama ini dengan hasil yang tidak mengecewakan,” paparnya. (*/lis)