Dermaga Tak Layak, TPI Sepi

296

PERIKANAN

KAJEN-Kendati dermaga TPI Wonokerto baru setahun diperbaiki, namun kondisinya sudah memprihatinkan. Kayu balok yang semestinya ada di tepi dermaga untuk sandaran perahu nelayan, nyaris tak berbekas. Baut pengait, mulai lepas. Tak ada pengaman ban karet ukuran besar yang berfungsi mencegah terjadinya benturan antara perahu atau kapal dengan dinding dermaga.
Kondisi itu diperparah dengan dangkalnya sungai di dermaga TPI Wonokerto. Akibatnya, kapal 30 gros ton (GT) tak dapat merapat. Nelayannya hanya bias melakukan transaksi di tengah laut dengan dilangsir oleh kapal nelayan yang lebih kecil. Harga ikan hasil tangkapan pun jadi naik 20 persen dari harga sebelum di atas kapal nelayan 30 GT.
Saikhu, 34, nelayan warga Desa Wonokerto Wetan RT 23 RW 12, Kecamatan Wonokerto mengungkapkan bahwa tidak adanya ban karet pengaman pada dinding dermaga, menyebabkan kapal nelayan pecah saat akan bersandar di dermaga TPI Wonokerto.
”Harusnya pada dinding dermaga diberi ban karet, seperti di dermaga TPI Kota Pekalongan dan TPI Pemalang. Kalau dermaga seperti ini, banyak dinding kapal nelayan yang pecah dan pindah menjual ikannya di TPI Nusantara Kota Pekalongan,” ungkap Saikhu.
Saikhu menyarankan, kayu yang digunakan pada tebing dermaga mestinya tidak menggunakan kayu ukuran 20 sentimeter, namun ukuran kayu di atas 30 sentimeter dan baut 25 milimeter.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Pekalongan, Wiranto membenarkan kondisi dermaga TPI Wonokerto yang kurang layak untuk sandaran kapal. Menurutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan dalam memperbaiki dermaga, harus menyesuaikan kebutuhan kapal, bukan hanya membangun.
”Sekarang dermaga TPI Wonokerto hanya dikunjungi perahu nelayan kecil atau perahu cantang. Mestinya memperbaiki dermaga, disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan hanya membangun, tanpa ada nilai tambah,” kata Wiranto.
Pengelola TPI Wonokerto, Ahmad Afandi mengatakan bahwa perbaikan di dermaga dilakukan oleh Dinas Keluatan dan Perikanan, meski pengelolaannya diserahkan pada pihak TPI. Menurutnya, memang ada keluhan dari beberapa nelayan, tentang tidak adanya pengaman pada dinding dermaga.
“Banyak nelayan yang tidak merapat ke dermaga TPI Wonokerto dengan alasan sungai dangkal dan dermaga kurang layak. Akibatnya, TPI sepi, hanya menjual tangkapan ikan nelayan kecil saja,” ujar Ahmad Afandi. (thd/ida)