Harga Komoditas Naik, Inflasi Tinggi

291

SEMARANG–Kenaikan harga komoditas yang terjadi sejak sebelum Ramadan, telah memicu inflasi sebesar 0,73 persen di Jawa Tengah. Inflasi di bulan Juni, lebih tinggi dari bulan Mei yang sebesar 0,24 persen.
“Seperti kita ketahui, biasanya menjelang Ramadan pasti ada beberapa komoditas yang harganya naik. Paling terasa untuk konsumsi masyarakat di antaranya ayam ras dan telur ayam ras. Nah ini memicu inflasi,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, kemarin (1/7).
Disebutkan, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, serta beberapa bumbu dapur. Di antaranya bawang merah dan bawang putih. “Kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan ini sebesar 1,67 persen,” ujarnya.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, cabai rawit, gula pasir, minyak goreng dan besi beton. “Biasanya cabai ini harganya melonjak, tapi bulan lalu berangsur turun,” ujarnya.
Menurutnya, inflasi tersebut perlu disikapi dengan tindakan antisipasi. Baik dari segi pasokan maupun distribusi berbagai komoditas yang harganya berpotensi terus naik. Mengingat tren dari tahun-tahun sebelumnya selama menjelang Ramadhan dan lebaran.
Beberapa komoditas yang biasanya mengalami peningkatan harga menjelang Lebaran di antaranya bahan pokok, sandang serta harga tarif transportasi. Harga-harga komoditas tersebut biasanya naik tajam dua minggu jelang Lebaran.
“Biasanya jelang Ramadan harga naik, pertengahan stagnan, tapi menjelang Lebaran harga naik lagi. Nah ini yang perlu kita antisipasi agar jangan sampai inflasi bulan Juli terjadi karena akhir Juni ada momen lebaran,” ujarnya. (dna/ida)